Wednesday, November 18, 2009

Hidupku Menyedihkan (??)


Terpapar Komputer


Sedikit ilustrasi kehidupan gw setiap hari:

1. Pukul 05.00 : Bangun pagi,

2. Pukul 05:30 : Masih menggeliat di kasur,

3. Pukul 06:00 : Mandi pagi,

4. Pukul 06:30 : Berangkat ke kantor,

5. Pukul 07:00 : Mulai bekerja,

6. Pukul 11:30 : Istirahat,

7. Pukul 12.30 : Mulai bekerja,

8. Pukul 15:30 : Jam pulang tetapi masih bekerja,

9. Pukul 18:00 : Biasanya baru bisa pulang,

10. Pukul 18:30 : Nyampe kosan,

11. Pukul 19:00 : Cari makan + ngapel,

12. Pukul 22:00 : Balik ke kosan + lain-lain,

13. Pukul 24:00 : Baru bisa tidur.

Mari kita lihat, aktifitas sehari-hari yang berarti harus berinteraksi dengan komputer adalah nomor 5,7,8, dan 12. Jika gak ngapel seperti hari ini, maka nomor 10 dan 11 harus terpaksa dimasukkan ke dalam kelompok kegiatan tersebut. Kalau dihitung-hitung dalam sehari, 9.5 – 13 jam gw terpapar radiasi komputer.

Dengan kenyataan ini, keknya gw harus ikut program terapi penyembuhan kecanduan komputer dan internet. Ada referensi bagus yang bisa dikontak?


Share on Facebook

Tuesday, November 10, 2009

Eyes On Me

Tak sengaja kursor ini memasuki folder yang lama tak pernah terbuka. Kapsul waktu dari tahun 1998 ini seolah2 membuka kembali lembaran2 kenangan pada masa2 pertama kali kuliah. File2 karya tulis, tugas2 konsep Studio Perancangan, gambar2 kerja berekstensi DWG, orasi2 membara, musik2 dari zaman yang berbeda, dan tentu saja foto2 lama. Lucunya, saat ini musik2 itu tampak lebih menarik memento yang lain.

Dengan segera, mata ini tertuju pada Eyes On Me yang dibawakan oleh Faye Wong sebagai musik latar game yang beken di tahun 1998, Final Fantasy VIII. Lucunya, walaupun ngefans banget sama cerita yang mengusung tokoh utama Rinoa Heartilly dan Squall Leonhart ini, gw gak pernah maenin game-nya sampe tamat. Motion sick. Hehehe, blom lima menit maen gw udah puyeng duluan liat layar. Maklumlah, lemah perut :P

Suara Faye Wong yang empuk bikin lagu Eyes On Me langsung terngiang2 dan terpahat dalam ingatan. Sepertinya jika mendengarkan lagu ini sambil memejamkan mata, perasaan haru dan bahagia menyusup dalam hati. Hehehe, berlebihan.

Mari, silakan bernyanyi.


Whenever sang my song
On the stage, on my own
Whenever said my words
Wishing they would be heard.
I saw you smiling at me
Was it real or just my fantasy
You'd always be there in the corner
Of this tiny little bar

My last night here for you
Same old songs, just once more
My last night here with you?
Maybe yes, maybe no.
I kind of liked it your way
How you shyly placed your eyes on me
Oh did you ever know?
That I have mine on you

Darling, so there you are
With that look on your face
As if you're never hurt
As if you're never down.
Shall I be the one for you
Who pinches you softly but sure
If frown is shown then
I will know that you are no dreamer

So let me come to you
Close as I wanna be
Close enough for me
To feel your heart beating fast.
And stay there as I whisper
How I loved your peaceful eyes on me
Did you ever know
That I have mine on you

Darling, so share with me
Your love if you have enough
Your tears if you're holding back
Or pain if that's what it is
How can I let you know
I'm more than the dress and the voice
Just reach me out then
You would know that you're not dreaming

Lirik diambil dari
www.metrolyrics.com


Share on Facebook

Sunday, November 01, 2009

P atau V?

Nopember???
Selamat ganti bulan.

Tetapi ada yang sedikit mengusik. Liat di pojok kanan monitor kok ada yang ngganjel ya? setelah di-cek, ternyata nih OS bilang kalau hari ini adalah tanggal 1 Nopember 2009. Nopember, dengan “P”.

Hari gini masih banyak yang nulis November dengan Nopember atau
Februari dengan Pebruari di berbagai literatur, surat-menyurat birokrat, karya ilmiah,dan tulisan resmi lainnya. Kalau memang cinta Indonesia, harusnya malu buat pake bahasa yang masih “pating njekithut”. Padahal baru beberapa hari dari hari Sumpah Pemuda yang mengakui Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Menurut
Pusat Bahasa Diknas, November (No·vem·ber /NovĂ©mber/ n) adalah nama bulan ke-11 dl tahun Masehi (30 hari). Jadi yang diakui oleh Pusat Bahasa dan dibakukan adalah “November” dengan “V”.

Blog ini memang gak ditulis dengan gaya bahasa baku karena merupakan terjemahan luwes dari kepala agar gak kaku kek karya ilmiah. Tetapi sebisa mungkin, (paling tidak) hal-hal baku seperti nama bulan, pemakaian titik–koma, ataupun pemakaian awalan–akhiran akan mengikuti gaya penulisan baku yang ditetapkan.

Jadi, bebas itu bertanggung jawab, Kawan. Bebaslah berkreasi, tetapi pegang dulu pokok intinya.

Ngomong2, tadi malem gw Halloween-an dengan menikmati sajian Google Doodle menyambut Halloween 2009. Lucu banget idenya. Tampilan awal adalah G-O-O-G-L yang putih transparan dan kehantu-hantuan serta huruf E yang diganti permen Jack-o-Lantern.

Click or Treat 1

Kalau di klik kedua, tampilan berubah dengan susunan permen menggantikan huruf2 Google.

Click or Treat 2

Klik ketiga, lebih banyak permen (Bapaknya si Willy Wonka bakal ngamuk2).


Click or Treat 3

Klik keempat akan memperlihatkan sisa bungkus permen yang udah dibuka. Wondering sampah2 ini mau di-recycle ke mana ya? Hehehe….


Click or Treat 4

Saturday, October 31, 2009

Kramat Raya 81 Tahun Lalu

Kongres Pemuda II

“Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia,
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia,
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”

Tiga baris kalimat hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi
Indonesia (Kongres Pemuda II) menggema di Kramat Raya 81 tahun yang lalu. Pada penghujung acara, Pemuda Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu tanpa diiringi syair dengan biolanya yang kelak kemudian hari lagu ini akan dikenal sebagai lagu kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga semangat yang dipancarkan dari 81 tahun lampau masih dapat merasuk kepada para pemuda saat ini. Di tengah segala kemudahan dan fasilitas yang memabukkan dan membelenggu kemauan keras untuk maju.

Fun Fact:
1. Tempat dibacakannya Sumpah Pemuda adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong di Jalan Kramat Raya 106,
2. Diprakarsai oleh
AR Baswedan, pemuda keturunan Arab di Indonesia pada tanggal 4-5 Oktober 1934 mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab,
3. Selama 2 tahun 2 bulan ngekos di Kwitang, gw belom pernah sekalipun masuk ke Museum Sumpah Pemuda.


Sumber : disarikan dan foto diambil dari Wikipedia.

Share on Facebook

Sunday, October 25, 2009

I Miss Bapak

Bapak and His Old Desk

Stumbled upon this picture I took December last year. This is pretty much what Bapak does in these recent years. Reading and writing on that old desk of his. I hope I can go to Semarang next week to get an energy recharge.


Share on Facebook