Monday, September 26, 2005

kangen

i feel cold
bukan dingin karena bulan malu di balik bayangan bumi
bulan separoh bukan alasan sang pungguk berhenti bernyanyi
taruhlah hati itu sudah menjadi batu
melayang tanpa gravitasi
melaut tanpa arah di lautan bintang
membelah bima sakti
terjatuh ke dalam bintang mati
segelap mata yg tertutup
sedingin angkasa tanpa selimut udara
hentikan semua kebisingan
aku ingin mendengar 3 kata itu
mencairkan ikatan bahan bakar
menggolakkan magma sekali lagi

Tuesday, September 20, 2005

Tiga perempuan renta

Tiga perempuan renta, minum dari cangkir aluminium. berbagi seteko teh yg sudah dingin sejak pagi. berjarik n berkebaya sederhana. caping merupakan satu2nya perlindungan melawan teriknya matahari. menyembunyikan kerut muka yg dimakan usia, bibir yg kemerahan karena kinang dan rambut yg menyerah kehilangan pigmen. bersila, menikmati tahu dan tempe goreng berbungkus daun pisang. entah diambil dari kebun sendiri ato meminta tetangga yg mempunyai halaman yg lebih luas.

Penjudi dan pelacur bilang “jangan berantas judi dan pelacuran saja, tapi carikan kami pekerjaan!” Menyerah kepada keadaan. Pasif. Seharusnya mereka malu dng tiga perempuan tadi. Perempuan renta yg tidak menjual aurat dan menggadaikan mimpi demi asap dapur.

Underpaid? Tentu saja. Petani indonesia selalu ada di pihak yg lemah. Buruh tani bahkan lebih buruk! Mereka akan menggarap lahan kalo petani mempunyai lahan yg memungkinkan untuk digarap. Benih yg mahal, pupuk yg menghilang, BBM yg terus merangkak naik, serangan hama, dan akhirnya panen untuk dipukul dng harga yg sangat rendah.

Celakalah kalo para munafik masi bercokol di istana. Kebijakan2 yg tidak masuk akal, menaikkan gaji sendiri, meminum berdrum2 minyak di tengah laut, membakar hutan setelah semua kayunya habis, mafia2 yg membebaskan tikus2 dari jeratan hukum. Adakah yg masih bisa kita percayai? Faith? Bahkan mereka tega mengkhianati kepercayaan saudara sebangsa dan seiman dng berlindung pada ayat2 suci.

may's wedding

salah satu kabar yg menggembirakan adalah mendengar kabar tentang pernikahan teman dekatmu. yup, may is gonna hev her wedding at 25 Sept 2005. it's less then a week. pertama2 gw ngerasa kesinggung gara2 sepotong SMS. cuma suruh doa saja. doa saja? gw kan mau datang!!! but you know who kan amang susah dimintain cuti. lagian emang dadakan <- banyak alasan yak?

anyway, setelah ngobrol later on sama may yg nelpon gw, gw jadi ga enak ati. ternyata ga semua hal emang seperti yg terlihat. dng pertimabangan kondisi kesehatan ayah may yg memburuk, perkawinan selayaknya dipercepat. jadi akhirnya ada perkawinan dng persiapan yg mendadak.

menyesal gw bilang kalo gw ga bakal dateng ke May's wedding. moga2 ada temen yg deket dengan lampung yg datang.

wish u best my friend.
moral hari ini: jangan panasan Law! elu udah gede!!! cari permasalahannya dulu, baru bersikap wew...


Thursday, September 15, 2005

2002

dunia kembali mampat, keceriaan, pertemuan, tawa, dan pertengkaran terulang kembali. ini bukan tiruan murah dari gempa waktu. begitu mudahnya aku terseret kesedihan.

di antara orang2 itu dia tampak ceria, tersenyum simpul sambil jongkok. rambutnya dikucir seadanya, tangan kirinya memakai jam sporty model lama (hei, dia bakalan kesulitan menulis!), tak lupa kemeja putih, jeans dan tas biru-kuning favoritnya.

sesuatu yg berat menggelayuti tenggorokan, aku sulit bernafas. mati2an aku berusaha menahan air mata. ku tarik sedikit tutup kepala jaketku sebatas mata. kukira cukup untuk menyamarkannya.

aku selalu takluk dengan pandangan mata itu. aku selalu luluh dengan senyuman itu. sekarang bayangannya memenuhi kepalaku. tidak menari, hanya berdiri manja seperti biasanya. pandangan tak bersalah seolah tidak tahu kenapa aku berdiri terkantuk2 di depan pintu.

"siapa yg mau pulang ke jakarta?" dia tersenyum jahil.

aku kehabisan kata. tidak ada lagi yg terlintas selain kesedihan. tidak boleh ada lagi airmata yg tumpah. airmata hanya akan memadamkan pelita dalam perjalanannya.

Life is full of lots of up and downs,
And the distance feels further
when you're headed for the ground,
And there is nothing more painful
than to let you're feelings
take you down

dia gumamkan sepotong lirik dng suara yg tidak bisa dikatakan merdu. mending ngerap sekalian, aku komplain. padahal akupun tak bisa menyanyi. tetapi keajaiban terjadi ketika kami menyanyi bersama. kami terbang menuju bulan, bermain diantara bintang gemintang, dan bermandi hidrogen musim panas di jupiter dan mars.

tinggal sekerat lirik yg merekat erat di dasar helikopter kita. tertiup angin, memutar baling2 terus terbang. melihat sapi, ayam, penguin dan ikan paus berputar mengecil di permukaan bumi. bulan seharusnya ikut berdansa bersama kita.