Tuesday, September 20, 2005

Tiga perempuan renta

Tiga perempuan renta, minum dari cangkir aluminium. berbagi seteko teh yg sudah dingin sejak pagi. berjarik n berkebaya sederhana. caping merupakan satu2nya perlindungan melawan teriknya matahari. menyembunyikan kerut muka yg dimakan usia, bibir yg kemerahan karena kinang dan rambut yg menyerah kehilangan pigmen. bersila, menikmati tahu dan tempe goreng berbungkus daun pisang. entah diambil dari kebun sendiri ato meminta tetangga yg mempunyai halaman yg lebih luas.

Penjudi dan pelacur bilang “jangan berantas judi dan pelacuran saja, tapi carikan kami pekerjaan!” Menyerah kepada keadaan. Pasif. Seharusnya mereka malu dng tiga perempuan tadi. Perempuan renta yg tidak menjual aurat dan menggadaikan mimpi demi asap dapur.

Underpaid? Tentu saja. Petani indonesia selalu ada di pihak yg lemah. Buruh tani bahkan lebih buruk! Mereka akan menggarap lahan kalo petani mempunyai lahan yg memungkinkan untuk digarap. Benih yg mahal, pupuk yg menghilang, BBM yg terus merangkak naik, serangan hama, dan akhirnya panen untuk dipukul dng harga yg sangat rendah.

Celakalah kalo para munafik masi bercokol di istana. Kebijakan2 yg tidak masuk akal, menaikkan gaji sendiri, meminum berdrum2 minyak di tengah laut, membakar hutan setelah semua kayunya habis, mafia2 yg membebaskan tikus2 dari jeratan hukum. Adakah yg masih bisa kita percayai? Faith? Bahkan mereka tega mengkhianati kepercayaan saudara sebangsa dan seiman dng berlindung pada ayat2 suci.

5 comments:

retma-haripahargio said...

Hurray!!! Akhirnya Loni aktif ngisi blognya!!! Asyik, asyik. Keren euy! Ayo, yg rajin posting yak. :)

Anonymous said...

Great work!
[url=http://zyaxsiqc.com/gkhi/qliu.html]My homepage[/url] | [url=http://jscoywhm.com/wilo/susy.html]Cool site[/url]

Anonymous said...

Thank you!
My homepage | Please visit

Anonymous said...

Thank you!
My homepage | Please visit

Anonymous said...

Great work!
http://zyaxsiqc.com/gkhi/qliu.html | http://vpjphbqz.com/yxsp/ueig.html