Saturday, October 22, 2005

who am i kidding?

yeah, who am i kidding? :D

*smile*

Monday, October 17, 2005

evangelion

ada satu puisi di manga eva yg gw suka. it goes like this:


Tak bisa saling menyentuh, tak bisa saling memandang. Walaupun begitu jauh di depan sana, mungkin jalan ini akan saling terpaut satu sama lain.

Walaupun kuulurkan tanganku, kehangatan tubuhmu yang terasa olehku, langsung menghilang. Yang tersisa hanyalah angin kecil yang bertiup mendorong tubuhku.

Di perempatan kota yang sepi, tak terlihat seorang pun. Namun ketika aku menoleh kepala, yang terlihat hanyalah bayang-bayangmu.

Pada aspal yang kering kerontang di kota yang telah melupakan musim, terlalu banyak suara-suara garengpong hingga tak terdengar apa pun. Semuanya lenyap tak terlihat, terayun-ayun bayangan hawa panas yang keluar dari muka bumi.

Yang kita lewati adalah langit yang penuh dengan misteri. Langit tempat mantari senja yang terbakar mulai terbenam, tenggelam di tengah-tengah kumpulan gedung-gedung tinggi, sampai tak terlihat di balik langit malam.



kayanya kesan sepinya ketangkep bgt. jagoan nih si GAINAX.

Sunday, October 16, 2005

orientasi

dalam seminggu, hari yg gw tunggu2 adalah hari sabtu. ketika gw bisa bangun jam berapapun yg gw mau. bukan bangun siang, tapi sampe gw ga bangun lagi. ironisnya, setelah gw bener2 kebangun, hari sudah mulai gelap lagi. kapan gw bisa menikmati matahari? tentu saja kulit gw jadi lebih putih, bukan terawat baik, cuma kurang terekspos sinar matahari.

itu tidak sehat. yeah, yeah...

yg paling gw benci dari malam hari adalah deadline selama 6 hari itu serasa kembali menghantui. perasaan harus memenuhi standar baku dan kebenaran yg mutlak. humph, rasanya pengen muntah.

celakanya, ga ada aktivitas berarti yg bisa gw lakukan pada malam hari. maen ke rumah Pakdhe? cmon man, jam 8 malem lewat desa di turi? i dont think so. Mall? tutup jam 9. mau nongkrong? kurang teman untuk nongkrong. balik2nya adalah ke kantor, dengan atau tanpa alasan yg kuat. risikonya adalah, hidup hampir 18 jam tiap hari di kantor. nah, itu sepertinya bukan cara yg bijak untuk melewatkan hidup yg cuma sekali ini :(

(susahnya jomblo) hahaha... hei, mungkin ini masalah terbesarnya kan? yeah yeah, cari GF lah Law! yadda yadda yadda.... ga ada saran yg lebih asyik nih?

it's not dat izzy, ya know. forget? not a chance. i may have short term memory lost. but i can't easily forget those times. that's not all. there's a part of me that i don't wanna others to see. humph, ternyata setelah gw pikir2, hal terakhir inilah yg paling ngeberatin gw buat ngebuka diri.

yeah, i guess i can't complain, huh? wew~ wellcome boredome!!

Monday, October 03, 2005

Saatnya untuk diam

Adzan tertutup suara air dari keran yg aku buka. Segera kubasuh tubuhku dng wudhu. Berdirilah aku di depan sang khalik. Tunai sudah kewajibanku. Tapi aku melewatkan satu waktu dan waktu kemarin dan kemarinnya lagi. Entah sampai kapan aku memahami bahwa ini semua bukan Cuma kewajiban. siraman jiwa bagi roh dalam perjalanan menuju keabadian.

Hening memutar ingatanku ke satu rotasi bumi. Aku bermimpi. Melihat ke bawah selangkangan dan melihat onggokan daging yg menjuntai ke bawah. Kenapa aku bermimpi tentang alat genitalku sendiri? Sudah sedemikian keringkah imajinasiku? Tidak dapatkah baling-balingnya meninabobokkanku ke Negeri Ajaib? Hahaha, mungkin karena tidak segera digunakan sesuai fungsinya. Hahaha, mungkin aku sedikit menganggap polos diriku sendiri. Baiklah, kadang aku menyentuhnya secara tidak pantas, tapi laki-laki punya kebutuhan, kan? Hahaha, mungkin lebih baik bermain dengan kelamin sendiri daripada bergelut dng “kucing” tetangga, hahaha.

Aku sadar, beberapa hari ini aku terlalu banyak bicara. Burukkah itu? Mengingat beberapa bulan kemarin aku berbulat hati untuk diam. Karena banyak yg sakit mendengar kata-kataku. Sial, aku selalu menganggap duniaku ini adalah set dari satu situation comedy. Dimana setiap karakternya dapat di-abuse tanpa dapat konsekuensi yg berarti. Aku lupa aku ada di jawa. Aku di jogja. Tempat orang jawa berkumpul dan beranak pinak. Membuat satu keluarga, tempat tinggal dan norma sosial. Hei, aku juga jawa. Jawa yg lahir di semarang, dari bapak banyumas dan ibu Kendal. Terlalu banyak menonton tivi, kartun minggu pagi, keracunan budaya jepang, banyak membaca komik, bahkan koleksi MP3-ku lebih banyak yg berbahasa asing ketimbang yg berbahasa bangsa sendiri. Jawa di sebelah mana? Identitas diragukan. Bahkan aku tidak merasa kehilangan ketika ada teman sejawat akan mengakhiri masa jabatannya jauh sebelum masa pensiun. Aku tidak kehilangannya, tapi aku akan merindukannya. Yang jelas aku bukan tipe jawa yang akan menyembunyikan perasaan di balik punggung dengan muka penuh welas asih.

Setiap karakter berkembang sesuai tuntutan cerita. Ada pertemuan, konflik dan perpisahan. Satu karakter merupakan benturan bagi karakter lain. Dari situlah karakter bias berkembang. Kata-kata yg abusive hanya akan membawa bibit permusuhan. Walaupun itu adalah kebenaran. Orang-orang yang terkoreksi akan merasa dirinya direndahkan. Walaupun dia memang melakukan kesalahan. Aku bukan korektor, tapi aku tidak bisa diam ketika ada yg salah. Atau aku hanya diam saja seperti waktu orang itu salah mengeja nama dedengkot manga n anime, Osamu Tezuka? Atau lebih baik aku sumpal mulut orang yg baru berkoar-koar menunjuk pada satu halaman ketika jam sudah menunjuk pukul satu? Ah, diam membantuku untuk mengontrol emosi. Kata-kata adalah bukti yg memberatkan.

Saatnya untuk diam. Biarkan aku duduk bersanding dengan imajinasiku. Bercerita tentang hari ini, esok dan lusa. Mungkin ini hari terakhir kami bertemu.

Saturday, October 01, 2005

harga baru

premium naik 87.5% jadi 4500 perak/liter
solar naik 104.7% dari 2100 jadi 4300 perak/liter
minyak tanah naik 185.5% dari 700 jadi 2000 perak/liter

jadi kenaikan yg paling besar justru di minyak tanah. ga usah ribut premium atau pertamax. minyak tanah justru malah naik berlipat2.

wajah-wajah ceria

Akhirnya duri itu keluar juga. Pengumuman kenaikan BBM diumumkan oleh Abu Rizal Bakrie. Aku tidak melihat angka yg lain. Hanya terfokus pada Premium. Tertera rp 4500/liter. Hebat sekali.

Langsung terbayang mbok2 yg aku jumpai di pelataran imogiri. Wew, tambah berat saja beban yang ada di pundak mereka. Aku telpon rumah semarang. Bapak dan ibu malah sudah tidur. Capek, mereka sibuk sendiri dengan perayaan 27 ulang tahun perkawinan mereka. Masyaallah, aku malah lupa!!

Ibu tidak mengutuk siapa2, beliau hanya berkata sabar. Kasihan mereka yg miskin. Tambah berat saja hidup mereka. Mungkin persoalannya akan beda kalau kenaikan BBM ini terjadi ketika aku kuliah. Pastilah beban bapak-ibu akan semakin berat. Alhamdulillah, terpujilah Tuhan yg mempunyai rencana atas semua makhluknya.

Terkutuklah orang-orang yang masih curang atas apa yg telah dibebankan kepada rakyat. Apalagi setelah ini? Kenaikan gaji dan tunjangan? Penambahan fasilitas? Tidak tahu malu! Kenapa musuh bersama bernama kemiskinan tidak bisa enyah? Mungkin orang2 berjas rapih itu memang tidak bisa melihat dengan benar. Atau Cuma bisa berpikir kalau “kita sudah kaya, kenapa harus pusing dengan kemiskinan?” tutup mata saja dan semuanya bisa berlalu.

Akhir kata, semuanya ada diangan-anganku saja. Seringkali mereka bilang aku berlebihan. Apakah sedemikian berlebihannya jika aku berharap pada suatu ketika setiap muka yg aku temui adalah wajah-wajah ceria, seperti negara ini berratus tahun yang lalu? Tanpa polio, tanpa busung lapar, tanpa kebodohan, tanpa wajah pucat kelaparan, dan kerutan depresi. Bukankah hal ini yg membuat negara ini terkenal?