Saturday, October 01, 2005

wajah-wajah ceria

Akhirnya duri itu keluar juga. Pengumuman kenaikan BBM diumumkan oleh Abu Rizal Bakrie. Aku tidak melihat angka yg lain. Hanya terfokus pada Premium. Tertera rp 4500/liter. Hebat sekali.

Langsung terbayang mbok2 yg aku jumpai di pelataran imogiri. Wew, tambah berat saja beban yang ada di pundak mereka. Aku telpon rumah semarang. Bapak dan ibu malah sudah tidur. Capek, mereka sibuk sendiri dengan perayaan 27 ulang tahun perkawinan mereka. Masyaallah, aku malah lupa!!

Ibu tidak mengutuk siapa2, beliau hanya berkata sabar. Kasihan mereka yg miskin. Tambah berat saja hidup mereka. Mungkin persoalannya akan beda kalau kenaikan BBM ini terjadi ketika aku kuliah. Pastilah beban bapak-ibu akan semakin berat. Alhamdulillah, terpujilah Tuhan yg mempunyai rencana atas semua makhluknya.

Terkutuklah orang-orang yang masih curang atas apa yg telah dibebankan kepada rakyat. Apalagi setelah ini? Kenaikan gaji dan tunjangan? Penambahan fasilitas? Tidak tahu malu! Kenapa musuh bersama bernama kemiskinan tidak bisa enyah? Mungkin orang2 berjas rapih itu memang tidak bisa melihat dengan benar. Atau Cuma bisa berpikir kalau “kita sudah kaya, kenapa harus pusing dengan kemiskinan?” tutup mata saja dan semuanya bisa berlalu.

Akhir kata, semuanya ada diangan-anganku saja. Seringkali mereka bilang aku berlebihan. Apakah sedemikian berlebihannya jika aku berharap pada suatu ketika setiap muka yg aku temui adalah wajah-wajah ceria, seperti negara ini berratus tahun yang lalu? Tanpa polio, tanpa busung lapar, tanpa kebodohan, tanpa wajah pucat kelaparan, dan kerutan depresi. Bukankah hal ini yg membuat negara ini terkenal?

No comments: