Thursday, March 30, 2006

cuti 1 (250306)

setelah deg2an selama lebih dari satu hari, gw akhirnya brangkat dari jogja menuju bandung juga. damn, i don't like all of those anxiety of travelling. tapi ya sudahlah, fokus pada tujuan semula. ketemu jingga.

berangkat satu jam terlambat dari jadwal semula, turangga enggak bikin gw nyaman selama di perjalanan. dng segala kecoak2 kecil yg ikut merayapi dinding gerbong dari surabaya ke bandung. INIKAH EKSEKUTIF!? sudahlah, aku menyembunyikan diri di balik selimut.

hujan sudah turun sejak kereta memasuki tasik. bandung jadi lebih dingin dari yg pernah aku rasa. belum tegak aku berdiri, aku lihat jingga ada di sebelah jendela. uf, dia tak pernah lebih manis dari hari itu :D

nasib baik yg menaungi jingga membawa kami duduk di tepi stasiun sambil menyeruput coklat panas. obrolan sepasang kekasih yg terpisah jarak dan ruang itu ternyata harus terhenti oleh satu nasib baik lagi. ga ada yg lebih baik lagi daripada mendapat tiga tiket gratis bioskop di hari sedingin itu.

"ruang" sebenarnya adalah film yg punya kualitas pengambilan gambar yg bagus sekali. seperti melihat foto2 dari prewedding kelas atas. tapi dng kualitas cerita n pace yg lambat sekali, aku cuma bisa nyender ke pundak jingga n tidur dari paruh sampai akhir film.

tak disangka, mba neneng juga ada di bandung. atas nama pertemanan, kami sepakat untuk berangkat ke jakarta bareng esok hari. karena hari ini aku berrencana menghabiskan waktu bersama jingga.

adalah kampung daun yg begitu terkenal tetapi pencapaiannya mengharuskan konsumen mempunyai tekad kuat ato paling enggak mesin motor yg tokcer untuk ngelewatin semua tanjakan, lubang jalanan n iring2an mobil. perjalanan melelahkan selama 45 menit ternyata terbayar. kampung daun emang layak atas semua perjuangan itu.

saat itu, malam menjadi milik kami. first love, wonderfull tonight dan fly me to the moon dari sepasang pemusik keliling membuai kalbu, memesona. aku takluk pada sepasang mata lembut itu.

bulan seharusnya dipasung agar tidak cepat2 melintasi lautan bintang.

duh, knapa kita juga sibuk berbalas salam dng orang yg bahkan tidak ada di saung itu? aku jadi mengerti ketika kamu mengatakan batas privasi seseorang menjadi berkurang dng kemajuan teknologi manusia bertajuk handphone.

aku tidak ingin mengulangi kenangan itu, tetapi aku akan coba buat lebih baik. mungkin kenangan itu akan aku tangkap dan aku letakkan di teras belakang rumah. jadi kita bisa menikmati kapanpun kita mau.

4 comments:

::______________:: said...

hmmmm... jingga indah nian namanya. :D

ya handphone mengganggu privacy apalagi kalo lagi molor terus di telepon. huhuhuuhuh

Rangga said...

genit Mode: ON

iiih.. lucu banget namanya jingga =p

hah!? nonton di bioskop ketiduran? dan nyender di pundak orang.. ya ampun romantis bgt sih

".. first love, wonderfull tonight dan fly me to the moon dari sepasang pemusik keliling membuai kalbu, memesona. aku takluk pada sepasang mata lembut itu."

auuuw.. mau juga dong!

retma-haripahargio said...

Gile!!!!! Loni............... kmu lagi kasmaran yak????? Sok puitis gini :(

matahari said...

bagian mana yg sok puitis ya? maaf, ga isa puisi2an soalnya :D

@badut: coba lu nontong "RUANG" abis 7 jam perjalanan naek kereta. wew, gak dari perjalanan jauh aja bikin ngantuk tuh film :D