Sunday, May 28, 2006

jogja pagi hari

pagi masih dingin digelayuti embun. tapi alam seakan runtuh, "bumi gonjang-ganjing".

pagi itu dipenuhi dng teriakan panik ibu2 yg mencari anaknya, tangis anak kecil yg melihat orang berserabutan keluar dari rumah masing2. meski intensitas gempa sudah menurun, orang masih takut untuk masuk ke dalam rumah. apalagi beberapa kali terjadi gempa susulan yg kekuatannya lebih kecil. yg isa mereka lakukan adalah duduk2 di luar sambil bertukar pengalaman n saling meredakan panik yg tersisa.

yang lebih menakutkan lagi adalah komunikasi yg terputus. ga ada yg bisa mencari tau apa yg terjadi dng teman atau sanak famili yg lain. informasi yg berhasil didapat adalah gempa berasal dari selatan jogja. bukan dari merapi yg beberapa waktu ini heboh dng "wedhus gembel"-nya.

di kosku sendiri, hanya ada pecahan genteng yg jatuh dan tembok yg retak. anak2 yg tinggal di lantai 2 ga berani naik sebelum mereka yakin benar. tetapi saphir square yg memberi bayangan kepada kampung Demangan ternyata menderita kerusakan yg lebih parah. tembok2 retak, kaca pecah, fasade yg rompal dan kanopi ME roboh, rata dng tanah.

setelah mengguyur badan secukupnya, gw ke kantor. sepanjang jalan terlihat kepanikan orang2 yg duduk2 di pinggir jalan. setelah keluar ke jalan besar, ada serombongan massa berebutan jalan dng naik motor berlampu menyala dan mobil yg dikendarai dng serabutan. teriakan "air", "ngalor (ke utara)", "tsunami" dan asma tuhan serta bunyi bel bersahut2an. massa panik krn isu tsunami yg telah sampai ke daerah wirobrajan. (heck, itu lebih dari 35 km dari bibir pantai).

gw hanyut oleh aliran massa yg bergerak dari selatan ke utara jogja. munggur-gejayan-condong catur-sampai ke jalan kaliurang. dua jalur kendaraan itu dipenuhi oleh massa yg panik. di pinggir jalan ga kalah hebohnya. bayi yg digendong menangis, mbok2 tua berlari sebisanya sambil meratap, ada yg tabrakan, ada yang coba berjalan lebih cepat, ada yg pake sepeda, naik truk, dan mobil bak terbuka.

jogja chaos. entah sapa yg menghembuskan isu itu. tapi "pengungsi" telah memenuhi sampai ke jalan kaliurang kilometer 10.

smakin gw keliling jogja ke arah selatan, kondisinya semakin mengenaskan. rumah roboh rata dng tanah, korban yg blom dievakuasi, bbrp situs peninggalan sejarah runtuh, bahkan mall yg pongah itu kini meringis. patah, rubuh, rusak oleh ibu bumi yg menggeliat, merenggut 2.000-an jiwa.

kata abdi dalem ini pertanda
kata ahli ini adalah gerakan lempeng dasar laut
kata media ini bencana

kirimi kami doa, agar kuat menghadapi cobaan yg kuasa

No comments: