Wednesday, July 05, 2006

worldcup: jerman(0)-italia(2)

Second striker pembawa bencana, Andrea Pirlo membawa tangisan Jerman di Dortmund

Jerman dan Italia selama perang dunia kedua boleh menjadi sekutu. Tetapi malam ini, moncong Panzerzkampfwagen VI Tiger diarahkan ke negara Mussolini. Kecepatan permainan anak asuhan Kliensmann di lapangan tengah seperti sapuan blitzkrieg ke daratan Mesir. Tetapi Italia yang memiliki Camonaresi, Perotta, Totti dan Pirlo tetap bertahan dari gempuran demi gempuran Klose dan kawan-kawan. Duel seru yg membuat pertandingan tanpa gol sampai wasit meniup peluit panjang.

Hasil tanpa gol bukan dari hasil pertahanan mati2an Italia. Tetapi tangguhnya gerendel pertahanan Italia yg di motori Cannavaro membuat Klose, Ballack dan Podolski harus jatuh bangun hanya untuk mendekati garis pertahanan Italia. Kontras dng pertahanan Jerman. Lehmann harus mati2an menahan gempuran demi gempuran anak asuhan Marcello Lippi. Gianluigi Buffon adalah kiper yang tangguh, tetapi buat apa kiper yg tangguh kalo satu tim sudah punya bek yg solid?

Jerman seperti mendapat kekuatan baru pada babak kedua. Serangan2 Jerman tampak lebih hidup walopun Kliensmann baru memasukkan Schweinsteiger pada menit ke 73. Lahm yg menusuk dari sayap kiri menyuplai bola2 matang ke arah duet Podolski dan Klose. Tapi kaki2 Tim Panzer itu seperti tak bertuah. Tendangan Ballack yg memanfaatkan celah pertahanan Italia ke arah Buffon bahkan hanya melenceng jauh keluar gawang.

Pirlo dan Camonaresi menjadi momok bagi Lehmann dan kawan2 karena akselerasi dan tendangan2 dari luar kotak pinaltinya. Salah satu ciri khas permainan Itali adalah adanya second striker yg berdiri agak di belakang pertahanan yang siap ketika bola muntah ke belakang. Sepertinya hal ini kurang diantisipasi oleh Kliensmann. Sehingga Pirlo bisa bergerak bebas tanpa kawalan. Hanya pergerakan Camonaresi saja yg dikawal ketat oleh Cristoph Metzelder.

Pada awal perpanjangan waktu, Jerman dikejutkan oleh tendangan Gilardino yg mengggantikan Luca Toni di menit ke 74. tendangan Gilardino mengarah ke gawang sedangkan Lehmann hanya bisa melihat dng pasrah. Walaupun akhirnya bola itu menumbuk tiang gawang dan memantul kembali ke barisan bekalang jerman. Jerman bisa bernafas dng lega untuk sesaat. Permainan kedua kesebelasan tampak seimbang walopun mereka sama2 kelelahan. Penonton di FIFA World Cup Stadium, Dortmund
dan mungkin di seluruh dunia sudah mulai berharap pada tendangan penalti jika kedua tim sama2 buntu mencetak gol sampai paruh ke dua berakhir.

Di menit ke 118, saat kemelut di depan gawang, Jerman lengah. Tidak ada pemain yang menjaga second striker Andrea Pirlo yg berdiri tepat di tengah kotak pinalti. Bola diolah Pirlo untuk beberapa saat dan segera berpindah ke kaki Grosso yg dng jeli melihat celah di sisi kanan gawang Lehmann. Tembakan Grosso membuahkan gol bagi Tim Azurri. Gol yg masih diharapkan bisa dibalas oleh Tim Jerman dalam 2 menit terakhir. Tetapi harapan segera musnah karena Gilardino memberi umpan balik
ke Del Piero yg dengan cerdik mengelak kepungan Mertesacker dan kembali menceploskan gol ke gawang Lehmann.

Jerman menangis, teriakan fans Jerman "fahr'n wir nach Berlin" (kita pergi ke Berlin) seakan terbungkam dng kenyataan bahwa Jerman sudah ketinggalan 2 gol dalam waktu 2 menit terakhir. Kenyataan pahit Bangsa Arya yg harus bertekuk lutut di hadapan bekas sekutunya.


Malam ini gol boleh menjadi milik Grosso dan Del Piero, tapi bintang malam ini bersinar di atas Andrea Pirlo.

2 comments:

Anonymous said...

tong... review lo bagus...
taaapppiii.. kok gue gak yakin ya kalu itu murni tulisan lo?? (oopssss....)

tapi kalu emang bener.. lo jadi wartawan olahraga ajah timbang jadi infografik.... wuakakakkaka..

piss bro!!!

matahari said...

sssssiiiiiiaaaaalllllaaaaaannnnn! itu tulisan gw tauk! T_T hiks, kok kagak dipercaya nih :( padahal "huwaaaaa, gempa nih :(" gw kan udah bela2in tidur jam 5. mana buka2 situs resmi fifa n bekal majalah NAZI edisi khusus dari angkasa :P makanya isa agak lengkap :D heuaheuaheauheauhaue...

thx ya!! kritikannya gw tunggu!