Thursday, July 06, 2006

worldcup: portugal(0)-france(1)

Perang biru di Berlin, Azzuri melawan Les Blues

Pertandingan mati2an. Zinedine Zidane di akhir karier melawan Christiano Ronaldo yang sedang merintis kejayaan. Duel seru di lapangan tengah didominasi oleh pemain2 berkaos marun. Tetapi Le Capitan Zizou masih tampak tajinya. Setiap sentuhannya seperti darah segar yg terpompa ke ujung tombak Perancis. Zidane memang tidak isa berlari sekencang Ronaldo. Tetapi gocekannya dan umpan silang dan terobosannya mampu membuat pertahanan Portugal terseok2. Dalam usianya yg ke-34, Zidane menunjukkan kematangannya sebagai pemain tengah dan inspirator serangan.

Barisan belakang Portugal seakan habis akal untuk menahan laju Henry dan barisan tengah Perancis. Puncaknya adalah usaha Ricardo Carvalho yg blunder melakukan foul terhadap Henry di kotak penalti. Wasit Jorge Larrionda dari Uruguay menunjuk titik putih sebagai hukuman atas pelanggaran itu. Para pendukung Portugis menahan nafas ketika Zidane melesakkan bola ke kanan gawang Ricardo. Satu kosong untuk Tim Ayam Jantan dan kerja ekstra bagi anak asuhan Luiz Felipe Scolari. Tidak hanya mereka harus menyamakan kedudukan, mereka harus isa menambah perbendaharaan gol serta menahan gempuran2 yg lebih ganas dari Les Blues.

Bola berada di kaki Luis Figo dan kawan2 lebih lama daripada Tim Perancis. Tapi penyelesaian yg buruk dan crossing2 yg kurang matang sering membuat Carvalho bekerja keras demi mengamankan pertahanan dari kecepatan serangan balik Perancis.

Pergantian2 pemain di babak kedua membuat pertandingan semakin keras. Tetapi malam ini, kartu kuning pertama keluar pada menit ke 80. permainan yang bersih serta sportifitas yg cantik dari dua tim ini untuk para penggila bola di seluruh dunia.

Scolari sepertinya sedang dijauhi Dewi Fortuna. Miguel yg diharapkan isa sebagai tambahan amunisi harus dipapah keluar karena kesalahan sendiri. Walaupun tampaknya berusaha menebus kebuntuan Portugal dng memasukkan banyak pemain depan, tetapi tampaknya Simao dan Postiga yang masuk di menit 68 dan 75 belum bisa memenuhi harapan Scolari.

Perancis juga tidak mengendurkan urat serangan. Domenech Raymond menurunkan Wiltord, Saha dan Govou untuk menambah perbendaharaan gol. Nasib sial dialami Louis Saha. Dari masuknya dia di menit 85, dia harus menerima kartu kuning di menit 87. Saha hanya bermain 5 menit terakhir pada pertandingan malam ini. Karena dia akan melewatkan malam final di bangku cadangan karena akumulasi kartu kuning.

Menghadapi Italia di final, Raymond harus bekerja ekstra keras. Tahun ini, Perancis hanya mencetak 8 gol dari 6 pertandingan dengan total nilai penyisihan 5 sedangkan Italia mencetak 11 gol dng total nilai 7 pada babak pertama. Perancis hanya berhasil menduduki Runner Up grup G adapun Italia bertengger di urutan teratas grup E. Lini depan Perancis memang tidak subur, tetapi Henry isa membuat gol dalam pertandingan2 penting. Tim Ayam Jantan juga berhasil mempertahankan kemenangan itu sampai peluit akhir. Jika Brasil saja isa ditahan untuk tidak membuat gol, maka mungkin juga Totti dan kawan2 akan membentur tembok di depan gawang Barthez.

Mampukah Henry sendirian menghadapi gerendel Italia? Apakah Luca Toni isa leluasa bergerak di area pertahanan Perancis? Permainan boleh memanas di dalam lapangan hijau, tetapi Berlin akan disatukan oleh lautan warna biru. Seruan perdamaian di tengah pergolakan dunia.

No comments: