Friday, December 28, 2007

Angka-angka Merah dalam Catatan

Dua tahun terakhir ini gw selalu sebisa mungkin nyatet apa2 aja yang terkoreksi dari rekening gw. Mungkin gak isa seakurat catatan bank, tapi paling enggak gw udah usaha nyatet duid masuk n duid keluar. Feed back buat evaluasi keuangan akhir bulan. Mungkin berlebihan beli komik ato jajan di restoran junk food sebelah mana.

Yeah, dua kebiasaan buruk sudah gw sebutin. Lainnya adalah nonton film2 gak mutu, nongkrong bareng temen2, dan blanja2 gak penting lainnya. Parahnya adalah gw malah gak sering beli baju kantor, shoe polish, parfum, jaket, sabuk ato barang2 yang kliatannya dasar banget (basic necessity kata orang bule, maklum beda kantor beda pula adat kebiasaannya). Menariknya, ada faktor lainnya yang bikin angka dalam laporan neraca keuangan amatir gw merah.

Pengeluaran dasar bulanan gw adalah makan, transport, komunikasi dan kos (ngeri kalo ngeliat persenannya dari uang saku). Pengeluaran mendadak lainnya adalah ketika gw kudu dinas luar kota. Memang tidak harus bawa oleh2, tapi demi atas nama kesopanan dan pergaulan, gw kudu rela paling enggak bawa sebungkus dua bungkus makanan khas daerah setempat. Blom lagi ongkos transport dari dan ke bandara pulang pergi. Not to mention the airport tax. Hei, bukankah seharusnya ada yang namanya uang dinas? Yeah, benar. Tapi itu buat yang sudah punya nomor pegawai. Jangan lupa status gw masih siswa. Bold dan harus digarisbawahi.

Memang ada penggantian ongkos transport. Tapi perbedaan derajat dari pegawai tetap dan pekerja magang mempengaruhi segi pelayanan. Ada pula beberapa syarat yang “harus dikeluarkan” agar duid reinburst dapat keluar dengan cepat. Dinas gw bulan September lalu baru dapat dicairin bulan Desember. Bah! Seandainya saja orang2 di perusahaan yang kepengen menjadi world class company itu isa bekerja sesuai dengan deskjob-nya secara lebih pro.

Tarik nafas dulu buat ngelegain dada yang tiba2 sesak.

Jadi intinya adalah keuangan gw setahun ini adalah total failure alias f*cked up!

Duit tabungan yang gw kumpulin selama gw kerja di Jogja dalam setahun kini tinggal 50%-nya. Ok, mungkin karena gw kudu beli laptop (atas nama kelancaran mobilisasi plus meningkatkan prosuktivitas kerja) dan support Dedekecil yang juga lagi merintis karier di tanah rantau. Dari bisa nabung 50% dari duid gaji dalam sebulan (karena biaya hidup sangat, sangat, dan sangat murah di Jogja), sekarang gw cuma isa nabung recehan, katakanlah 3,7% dari sangu yang gw dapet setiap bulan.

Gw juga khawatir tentang kredit macet yang angkanya isa sampe delapan digit. Gw heran dari mana gw isa dapet duid segitu banyak n lebih heran lagi gw isa minjemin duid segitu banyak ke orang2. Seperti ada tulisan “ORANG TOLOL YANG RELA NGELUARIN DUID KE ORANG YANG BENER2 BUTUH ATOPUN ORANG YANG COBA MAU TIPU2” di kening gw. Kalo dipikir-pikir, mungkin juga “TARIK TUASNYA, DUID KELUAR, ANDA GAK HARUS KE LAS VEGAS”, ato “PECAHKAN PANTATNYA, KOREK2 DAN ANDA LANGSUNG DAPAT CASH”.

Geez, jadi panjang dan lebar curhatnya.

Gw masih muda, jalan gw gak mudah n masih sangat panjang. Kembali sekolah, ngeliat dunia, bikin usaha disain sendiri, settle down, beranak, ngebangun sarang untuk keluarga kecil, untuk kemudian bahagia sampai akhir masa. Simple but breathe taking.

Materi memang penting, tapi bukan segalanya. Semoga masih ada waktu buat nata kembali semua yang udah terjadi.


Come to think of it, it’s like a New Year resolution to me.…

Thursday, December 27, 2007

Bisul Itu Pecah Sudah

Lega sudah. Akhirnya Kertas Kerja Wajib gw kelar juga. Hasil dari kerja kejar tayang bisa diperkirakan sebelumnya. Ancurrrrr. Sempet ngira proyek ini bakal selesai jauh sebelum deadline, tapi justru pas hari H gw sempet kelimpungan nyari tanda tangan Ari-sensei sampai ke Ciganjur. Untungnya keterlambatan pengumpulan setengah jam masih ditolerir.

Jadi, apalagi sekarang?

Sekarang siap2 bikin laporan mingguan yang udah 2,5 bulan gak kegarap. Trus bikin presentasi Kertas Kerja Wajib. Trus nunggu “urut kacang” buat dipanggil satu2 masuk ke asrama lagi. Sigh, sepertinya sudah ada rel lurus yang nunjukin jalan.

Ke mana rel lurus ini bakal berakhir?

Stasiun baru? Persimpangan entah ke mana? Atau bakal nuntun sampai gw nemu ujung pangkal dari semua ini?

Apa gw bakal suka dengan akhir dari semua ini? Akhir? Kenapa mengkhawatirkan akhir ketika mulai saja belum?

Ah, t @ i k. Selalu berakhir dengan pertanyaan.

Meet Igor!

If the GIS were the monster, Ari-sensei was Professor Frankenstein n I was Igor, the faithful servant. Igor doesn’t have to know what the Professor is doing. He just provides all things that are needed by the Professor. Whether it’s a wrench, a nail, a needle to stitch, coordinate values, or just a sales record.

“It’s alive, it’s alive!!”

Monday, December 17, 2007

wise guy says

love relationship is almost the same as opium: it slowly puts you to sleep, it soothes you, and gives you the illusion of sureness and security

terantuk soma pada gendang telinga.

sumber: www.wikipedia.com

Thursday, December 13, 2007

try, try, try

menatap mary-star berlama-lama. pikiran gw beratus kilometer dari ruang tempat gw mematung. kantuk lebih perkasa malam ini. gw bermimpi dalam nina-bobok para labu.

Pop tart
What's our mission
Do we know
But never listen
For too long
They held me under
But I hear
It's almost over
In Detroit
On a Memphis train
Like you said it's
Down in the heat and the summer rain of
The automatic gauze of your memories
Down in the sleep at the airplane races
Try to hold on
To this heart
A little bit longer
Try to hold on
To this love aloud
Try to hold on
For this heart's
A little bit colder
Try to hold on
To this love
Paperback scrawl your hidden poems
Written around the dried out flowers
Here we are still trading places
To try to hold on
Pop tart
Can you envision
A free world
Of clearer vision
For too long
They held us under
But I know
We're getting over
In Detroit
With the Nashville tears
Like you said it's
Down in the heat with the broken numbers
Down in the gaze of solemnity
Down in the way you've held together
To try to hold on
To this heart
A little bit closer
Try to hold on
To this love aloud
Try to hold on
For this heart's
A little bit older
Try to hold on
To this love aloud
And we are still alive
Try to hold on
And we have survived
Try to hold on
And no one should deny
We tried to hold onto the pulse of the feedback current
Into the flow of encrypted movement
Slapback kills the ancient remnants
That try to hold on
Try to hold on
To this heart alive
Try to hold on
To this love aloud
Try to hold on
And we are still alive
Try to hold on
And we have survived
Try to hold on
Pop tart
You never listen
Skinned knees
Try to hold on
Stop start
What's our mission
Skinned knees
Try to hold on


sumber: www.sing365.com

Wednesday, December 12, 2007

one liner

sometimes i just DON'T understand...

Friday, November 30, 2007

ada hikmah di balik musibah

Jam di laptop udah nunjukin angka 21.00. Pengennya mau masukin hasil kerjaan dua hari ini ke laptop. Tapi perut ini gak isa diajak kompromi. Kerjaannya krucukan dari tadi sore. Humph, kok rasanya gak tega buat order nasi goreng yang sepiringnya 25 ribu dari hotel. Mau keluar juga males kalo sendirian (plus gak tau jalan, plus gak ada guide, dan plus gak ada kendaraan). Ide yang terbaik saat ini adalah nonton tivi sambil berharap ketiduran sampai besok pagi, sampai saatnya dapet jatah makan pagi dari hotel.

Jempol gw langsung sigap mencet2 remote.

Sinetron, sinetron, siaran olah raga, sinetron, berita, berita, gossip, sinetron, berita, have I mention gossip? Ah, tunggu! What do we have here!?! Do they play Nanny McPhee on the HBO?

Woohooooo!!!

Wednesday, November 28, 2007

Satu Jam Sebelum Departure

Menunggu di salah satu restoran di Bandara Polonia untuk balik ke Jakarta. Capek, perut kenyang, mata ngantuk, kebelet pipis, n males liat barang bawaan yang seabreg. Tapi gw ngerasa bahwa pada kesempatan ini gw gak cuma bekerja. Gw ngerasa dapet lebih. Kata orang sih “lebih kaya dalam pengalaman hidup”. Jah.

Dalam 4,5 hari ini, gw udah berjalan ke utara lebih jauh dari yang pernah gw jalanin sebelumnya. Lebih asyiknya, gw udah ngubek2 di kota Medan dari ujung ke ujung. Tanya ama gw, SPBU mana yang blom gw datengin di Medan? (halah, bawa2 kerjaan). Gw udah ngerasain gimana enaknya jambu bol, udah ngerasain gimana rasanya pecel bikinan orang Jawa perantauan, ketemu kawan lama, trus nyaris mati karena dibawa ngebut sama becak motor. Yang paling biking gw girang adalah gw sempet ngeliat saksi sejarah Kota Medan.

Mungkin gw yang ge er, tapi sepertinya pekerjaan yang gw jalanin sekarang ama yang dulu gak jauh beda. Jalan2 ke pelosok, ngabisin separoh hari di mobil untuk liputan gak lebih dari 2,5 jam, foto sana foto sini, trus balik ke kantor, bikin gambar, dan ngebawa sedikit cerita yang orang kebanyakan gak dapet. Hahaha, hidup gak lebih dari suatu petualangan.

Sedikit sejarah pribumi untuk memperkaya hidup. Ah, kopi gw udah jadi dingin. Sayangnya ini cuma kopi Latte, bukan kopi Medan.

Friday, November 23, 2007

Sitkom: Boneka Beruang, Si Saksi Bisu

Setting: Kamar Kos Arny

Kecil ngebukain pintu yang memang tidak terkunci begitu gw ketok kamar Arny. Malam itu gw bawain makan malam dari warung depan karena Kecil ngebatalin janjian makan malam bareng2 karena Arny gak mau makan di luar.

Matahari : Kenapa lagi?
Kecil : Arny nangis lagi, dia tadi habis nelpon mantan cewe cowonya

Arny tidur munggungin gw. Dia berusaha nyembunyiin diri di pelukan tembok sambil ngedekep erat boneka putih kesayangannya.

Matahari : phew... (soto ayam dan sate ayam makan malam gw kasi ke Kecil)
Kecil : dari tadi gitu terus, aku kasian sama boneka beruang yang didekepnya
Matahari : eh, itu boneka beruang? (berusaha ngelongok boneka yang didekep Arny walopun tahu bahwa usaha itu sia2 karena boneka itu terlindung sempurna oleh badan Arny)
Kecil : Ny, ditanyain tuh. Apa bener itu boneka beruang?
Arny : (dengan mata sembab, idung tersumbat, suara bergetar dan masih ada sisa air mata di sudut mata, Arny balik badan sedikit dan mengangkat boneka itu sedikit mendekat ke mukanya) bentar gw liat dulu...

Anak ini apa bener cuma hatinya aja yang bermasalah?

Thursday, November 22, 2007

Hail the Expat (Wannabes)!!!

Setting: Lobi lantai 1 perusahaan BUMN yang ingin menjadi perusahaan kelas dunia.

Orang berkerumun di depan lift kelelahan yang butuh waktu lama untuk naik turun gedung bertingkat itu. Gw n semua anggota kelompok kerja fungsi sudah gak sabar buat cepet2 naik untuk presentasi di lantai 13. Gugup ngerayap di kaki gw karena kali ini gw bakal adep2an sama deputi direktur.

Gw cuma isa diem, tapi konsekuensinya parah. Gw jadi lebih peka dengan sekeliling gw. Hhhh, kepala ini penuh dengan hal2 yang gak penting. Gw jadi malah tambah gugup.

Pintu lift terbuka dan kami bergegas masuk. Beberapa orang sudah ada di dalam lift yang naik dari lantai ground termasuk dua gentlemen melayu perlente seumuran gw lengkap dengan jas mahalnya. They were speaking in English, um no, in “Melnglish” actually, “Melayu-English”. Tampaknya gentlemen terpelajar yang lama bermukim di luar negeri.

Pintu lift tertutup dan lift segera naik.

“Hahaha, not precisely like that, lah.” Mas-mas yang tinggi menimpali omongan rekannya.
“Aren’t you tired going to the same office everyday?” Mas-mas yang gemuk berkacamata melanjutkan.
“Yess, that’s right!”
“Going to the same office, meeting the same faces everyday”

“Hahahaha” they were laughing and chuckling together.

SFX: Ding!

Pintu lift terbuka, memperlihatkan lobi lantai dua yang sepi dari tamu.

“Wait, is this lift going up?” Si Gemuk menyadari sesuatu.
“Lho, we are going to go down, yess?”

Mereka pun bergegas mendesak maju untuk keluar dari lift. Mereka beruntung karena ada penumpang lift yang baik hati menahan pintu lift. Mungkin budaya di Indonesia Raya ini memang sangat berbeda dengan budaya di luar negeri. Di Indonesia jika panah naik berkedip berarti lift akan naik dan jika panah turun berarti lift akan turun. Entah bagaimana di negeri mereka berasal.

backdated post

SMS tengah malam beberapa waktu yang lalu itu baru gw baca setelah lepas sahur. Bukan apa2, karena gw telat bangun dan harus cepat2 ke bawah buat makan sahur bareng anak2. Sebuah SMS yang temanya malas aku bahas.

Sugi : Wingi bar sko Yogya? (kmaren abis dari Jogja?)
Matahari : Ada apa di Jogja?
Sugi : Kmaren X merit kan? Don’t u know that?
Matahari : Oh, itu. I just can’t come to somebody’s wedding party without any invitation, can I? I didn’t accept any of it even it was just a bloody SMS. Did u come?
Sugi : Ga. Anak2 produksi yang brangkat. Aku ada kerjaan kudu digarap n rada males luar kota.

Yeah, joyfully married then, my dear friend.

Ass (Ups, Sorry)

“Ass, Mas. Apakabar?”

“Ass, dengan ini memberitahukan bahwa buka puasa bersama blah blah blah”

“Ass, mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri pengajian blah blah blah”

Entah kenapa orang2 sering menggunakan “ass” pada permulaan kata di kalimat YM, SMS2 atau e-mail.

Iseng gw search arti kata itu di Wikipedia krn populer sekali dipakai orang. Setelah beberapa detik menunggu, gw jadi tambah bingung. Karena inilah yg arti "ass" menurut Wikipedia:


Should I be offended by these lines?

Wednesday, October 31, 2007

High and Dry

menunggu detik2 pemberangkatan ke Bandung. menolak bekerja tanpa sadar. terngiang2 lagu high n dry-nya radiohead di kepala . sepertinya gw gak ngenalin lagi orang yg gw liat di pantulan cermin.


Two jumps in a week,
I bet you think that's pretty clever don't you boy?
Flying on your motorcycle,
watching all the ground beneath you drop
You'd kill yourself for recognition,
kill yourself to never, ever stop
You broke another mirror,
you're turning into something you are not

Don't leave me high, don't leave me dry
Don't leave me high, don't leave me dry

Drying up in conversation,
you'll be the one who cannot talk
All your insides fall to pieces,
you just sit there wishing you could still make love
They're the ones who'll hate you
when you think you've got the world all sussed out
They're the ones who'll spit on you,
you'll be the one screaming out

Don't leave me high, don't leave me dry
Don't leave me high, don't leave me dry

Oh, it's the best thing that you ever had,
the best thing that you ever, ever had.
It's the best thing that you ever had,
the best thing you have had has gone away.

Don't leave me high, don't leave me dry
Don't leave me high, don't leave me dry
Don't leave me high,
Don't leave me high, don't leave me dry


sumber: http://www.greenplastic.com/lyrics/highanddry.php

Friday, October 26, 2007

Mendadak Pumpkins

Sebelas Oktober 2007. Hari terakhir masuk kerja sebelum libur panjang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1248 H. Hari ketika semua kemalasan bercampur aduk dengan kegembiraan yang gak tau berasal dari mana. Otak mulai melambat berpikir, perut keroncongan, punggung letih, dan hati menggedor-gedor untuk segera pulang ke pelukan Bapak-Ibu. Tapi gw gak sendirian.

Di ujung komputer sebelah sana, sebelah situ, dan entah di mana lagi, banyak kawan2 seperjuangan merasakan hal yang sama. Mulailah gw ngerasain sensasi yang belum pernah gw rasain sebelumnya. Riang hati sukarela bekerja walaupun kenyataanya hanya ada gw yang jadi juru kunci di ruangan kantor itu.

Ingat otak gw yang mulai melambat berpikir? Yeah, saat itulah gw mulai gatal berjalan2 di internet. Gw inget ada hal yang kudu gw cari di
www.wikipedia.com untuk posting blog selanjutnya. Hal yang gak harus buru-buru diselesaikan tapi mengganjal di kepala. Sesuatu yang paling gw benci pada saat2 menyambut liburan seperti sekarang.

Beberapa saat setelah tombol enter gw tekan, halaman wikipedia menampilkan isi sebagai berikut.



Kenapa dengan The Smashing Pumpkins? Kanjeng Gusti memang enggak pernah tidur.

Ah, sial. Alamat yang disambungkan dari tombol “more” di-blok oleh administrator. Ternyata Kanjeng Gusti juga Maha Adil. Gw kudu inget kalo gw kudu kerja lagi setelah sekian lama jalan-jalan di internet.

Tuesday, October 23, 2007

Sebuah Percakapan Kecil

Tanggal 30 Oktober 2007 malam, hari yang melelahkan setelah marathon bagi2 sahur dan buka bersama di Tangerang. SMS kangen gw kirim ke Dedekecil di tengah rimba Riau yang semakin menipis.

Matahari: gimana kabarmu, Dek? Gimana pekerjaan, lancar? Sudah pengangkatan blom?


Dedekecil menjawab tak berapa lama.

Dedekecil : Baek, Bro gmn? Blom pengangkatan. Pekerjaan baru bantu2 di kantor. Keknya semua CD & HD di rumah mau tak paketin ke sini. Sbnrnya ga perlu smua. Tp mamah kan ga bisa bedain. Baru yang ga butuh tak kirim balik.

Percakapan kecil antara kakak dan adik yang terpisah jarak dan waktu bergulir renyah.

Matahari : wadhuh, biaya tinggi tuh. Gw lom isa nentuin apa gw isa mudik apa engga. Tiket aja blom beli. Males rusuh di jalan.

Dedekecil : Hu uh, sekila kalo pake TIKI 24 ribu. Pa lg HD kan berat. Kl tiket kreta kan udah habis H-1 bulan. Naek garuda aja, bro. Ni lg di mess, kerja d pake kompie.

Matahari : Mahalnya tiket Garuda. Bolak-balik jatohnya brapaan tuh

Dedekecil : Ya mahal, tp kan biasanya masih ada tiket. Td mamah telp, katanya ultah perkawinan ke 30. kamu telp dulu deh.

J@ngkr1k!!

Gw lupa sama hari jadi perkawinan Bapak-Ibu! Anak durhako! Apalagi yang bener adalah hari jadi yang ke-28. Jadi catet, yang durhako bukan cuma gw, ya?

Monday, October 22, 2007

Berbagai Ragam SMS Lebaran

Salah satu hal yang gw tunggu dari Lebaran adalah SMS ucapan selamat Idul Fitri yang berseliweran di udara. Dalam waktu gak ada setengah hari, inbox di ponsel gw sudah penuh. Semua ide kreatif dikerahkan untuk menulis sepatah dua patah kata. Menariknya adalah ada banyak gaya menulis yang digunakan. Antara lain;

(Ngotot)
Putri Jagir : Biarpun operator sibuk, sms pending truz. Putri sekeluarga tetep kekeuh mengucapkan Selamat Idul Fitri Maap Lahir Bathin…

(Etnik – seperti biasa)
Sudiro Usodo : Sawangsulipun kula sagotrah inggih nyuwun linuberna sih pangaksama handika, mugi Gusti Allah tansah paring berkah kabagyan dhumateng kita sedaya

(Konservatif)
Irwan Ariesta : Selamat Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir batin

(Sok Penting)
Tito BPS SDM : Saya beserta segenap Direksi PT Pertamina (Persero) mengucapkan: SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H, MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

(Pantun Melayu tulen)
Uti Ars 98 : sungguh cantik kain pelikat, dipakai orang pergi k pekan, hari raya sudah makin dekat, salah dan silap mohon maafkan. Selamat Hari Raya 1428 H

(Pantun Melayu – English)
Rima Ars 2001 : Potato chips without salt is just on d table, friendship without fault is impossible, so lets forgive each other, Happy Idul Fitri, Back 2 Fitri back 2 holy

(Puisi)
Wulan : waktu mengalir bagai air. Ada luka yang pernah terukir. Ada khilaf yang sempat tergulir. Hari yang suci telah hadir. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir bathin

(Singkat dan padat)
OwnlyMia : Mia ngucapin maaf lahir batin yaaa ^^v

(Doa yg baik)
Iman BPS : Met lebaran, Brother Lawni. Smoga abis puasa ini lu jadi tobat n ga kentut sembarang lg, bro. Kwkwkw. Minal aidin wal faidzin

(Sama kek tahun kemaren T_T)
Pilun : Seputih Cocaine, sebening Vodka, seharum bunga2 Mariyuana, setulus jiwa Mohon Maaf Lahir & Batin

(Ceria sekali)
Ai-chan : Minna-tachi, everybody, sodara-sodari, Happy Idul Fitri 1428 H, maafin daku yaaaah….

(Maunya enak :P )
Ami-kun : ketika sahabatmu ini melukaimu, tulislah di atas pasir agar terhapus angina. Tapi bila kebaikan, pahatlah di atas batu agar tidak terhapus masa. Minal adin wal faidin. Mohon maaf lahir batin

(Rajin nerjemahin ke huruf Arab)
Andita : Taqabballlahu Minna Wa Minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal aidzin wal faidzin (dlm huruf arab)

(Rajin banget nulisnya)
Dhoni Laler : BiLä AdA KäTä MeRäN9Käi DUSTä, AdA UcäPBeRBUN9ä LäRä AdA TiN9KäH BeRBUäH DöSä, MöHöN MääF LäHiR & BäTiN. MeT IduL FitRi 1428 H

(Susah bacanya)
Imam KosanJogja : 1sbluMn mN9aWaLi pRshBtN, 1taWa mn9hpUs ksDihn, 1kata mn9aWALI tiNDkn, 1smS tU’kaTaKn:SLmt iDuL FITri mHoN maAf lhr & BaThIN :)

(Panjang dan lebar)
Kokoh Ijal : Harumnya aroma maaf mulai merebak, Menutup Ramadhan dengan indah, menyambut datangnya hari suci yang penuh berkah. Ya Allah maafkan kami yang sering menyakiti saudara kami dengan dusta, prasangka dan ingkar janji. Dengan kerendahan hati, mohon dibukakan pinti maaf atas segala salah & Khilaf. Selamat Hari Raya Idul Fitri

Yang gw tulis di blog ini adalah beberapa yang menurut gw unik. Tidak berarti yang lain gak unik, hanya karena keterbatasan daya upaya gw gak semua SMS bisa ke-upload. Makasih atas semua SMS temen2. lebaran gw kali ini jadi lebih semarak :P

Akhir kata, gw dan keluarga besar Soediarto mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin”.

Thursday, October 11, 2007

Kenapa Jarum Jam Tak Menunjuk Angka 3 Jua?

Yang ada di otak gw hari ini adalah perjalanan pulang ke Semarang. Kantor sudah sepi, banyak orang sudah cuti mulai hari ini. Maklumlah, sapa yg gak tergoda buat libur lebih lama dari 10 hari? Alasan yg paling jamak adalah ibu2 harus menyediakan kudapan buat hari raya. Luar biasa.

Kepala gw udah gak isa konsen ke digit angka2 dan peta kerjaan gw. Walopun melototin peta, mata ini pasti berlari ke arah jalanan. Gw berandai2, kapan gw isa pulang melewati jalan2 itu menuju rumah. Benar, lebaran kali ini gw mudik pakai mobil bareng temen2 kuliah. Hahaha, cuma segitu saja kemapanan yg sangat dicari orang.

Rencananya nanti gw balik teng-go. Langsung lari ke Harmoni untuk nerusin pakai trans-Jakarta ke arah Blok-M untuk turun di depan Masjid Al-Azhar. Kosan Ajik tempat "kangsenan" ada di Hang Lekiu, 15 menit jalan dari halte trans-Jakarta. “Rombongan Sirkus”, demikian Darius-sensei menyebut rombongan kecil kami, direncanakan ada 5 orang. Kami akan naik mobil Estilo punya mas Bayu menuju Semarang. Dropping point pertama dari Rombongan Sirkus ini adalah Pemalang, kampung halaman Ajik. Bisa kebayang bagaimana jadinya penumpang akan berimpitan dengan barang di mobil sekecil itu, bukan?

Yg penting adalah rasa sama-sama di perjalanan dan selamat sampai di tujuan. Kenyamanan dan waktu tempuh menjadi nomor kesekian dari perjalanan kali ini.

Perasaan yg gak muncul beberapa waktu lalu menyeruak tak tertahankan. Aku rindu rumah kecil itu.

Wednesday, October 10, 2007

7 Oktober 2007

Terbawa Civic 1990 tanpa tujuan
Pencakar langit bergumam dalam diam
Tak ada awan ketika kau membutuhkan
Bumi berputar dan aku pada porosnya

Jalanan tersendat terbenam anarki
Karat mengakar, tak terpisahkan dari otak bebal
Debu terkumpul pada kelopak mata
Semua orang terlalu sibuk memaki

Hujan musim panas tak kunjung tiba
Mengantarkan langkah ke tanah retak
Berhias rumput bermahkotakan Bougenvile tanah tetangga
Tak utuh berlapis keramik murah

Di sinikah kau tertidur?
Adakah sisa dari dirimu yang dulu?

Tak pernah ada Bougenvile yang gugur sia-sia

Bang Ben, aku merindukanmu

Mari menyeruput kopi
Mengisap aroma buah pikiran
Tersengat panas pisang goreng
Tergelak dengan apa yang kita lihat dalam cermin
Berbincang tentang mimpi di sepenggal jalan

Nyak banjir!!
Ya Allah!!

Jakarta kebanjiran
Di Bogor angin ngamuk
Rumah ane kebakaran
Gara-gara kompor mleduk
Ane jadi gemeteran
Wara-wiri keserimpet
Rumah ane kebanjiran
Gara-gara got mampet

Ati-ati kompor mleduk!!!

Aku tak pernah bisa menulis sebaik dirimu

Tuesday, October 09, 2007

Another Art (?)


bikin ilustrasi tentang disain SPBU baru + c-store. gw ngerasa berlibur ke tempat yg damai bener. ngerjain artwork sambil isa rileks bener2. sesaat keluar dari dunia minyak dan gas bumi. menghisap candu yg udah lama enggak gw pakai. aaahhh, extacy.




Sunday, October 07, 2007

ganti suasana

bangun pagi2 setelah sleep over di kosan temen, gw ngerasa gatel ngumek blog (enak bgt, kosannya ada sambungan internet n HBO). udah lama blog ini gak diganti template-nya (mungkin dari di-launch pertama kali). gw pikir ini saatnya untuk keluar dari bayangan rembulan. hahaha, bermandikan terang benderang hangat sinar matahari seperti layaknya nama blog ini.

ya sudahlah, mari oleskan krim penghalang sinar matahari dan pakai boxer atau bikini.

Wednesday, September 26, 2007

Selamat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Akhirnya bulan Ramadhan datang juga. Kenapa gw ga bisa seantusias orang2, ya? Hahaha, pertanyaan yang pantas diganjar neraka hanya karena menanyakanya.

Selain Ramadhan ini adalah kali pertama gw lalui di Jakarta, Ramadhan juga pertama kali gw jalanin sebagai orang yang punya jam kerja “normal”. Kalo dulu di Jogja, gw pulang kantor pas orang2 pada melek sahur dan baru bangun pas orang2 solat Dzuhur. Jadi gw efektif puasa dari jam 12.00 sampe Magrib. Berasa gak puasa sama sekali karena waktu cepet sekali lewat. Sekarang gw ngerasain lagi beratnya bangun sahur, enaknya buka puasa, beratnya solat Isha + tarawih (yang dulu isa di-skip dng alasan kerja), dan beli makanan di malam hari untuk sahur karena kebijakan kos yang gak ngebuka gerbang sebelum jam 6 pagi.

Semoga Ramadhan kali ini bisa memberi kebaikan pada kita semua.

Sebelum Ramadhan, gw nerima SMS dari temen2 deket n keluarga untuk ngucapin selamat puasa atau bermaaf2an. Di antara itu ada yang gw rasa unik sebagai SMS Ramadhan yang patut diabadikan di blog (rrrrr, blog itu abadi gak sih?). Ini adalah di antaranya (tidak diurutkan dari yang terfavorit):

Sudiro Usodo:
“Surya, Candra, nDaru myang Kartika, amadhangi jagad raya, wémbuh wéh martana ing nalaning mangsa pwasa, anglebur goda rencana, memayu hayuning bawana. Apuranta yen wonten lepat kawula sakaluwarga, sugeng pwasa, slm Sudiro U”
-as expected from my big brother, sangat etnik-

Indah Rachmy:
“Selamat menjalankan ibadah shaum, mohon maaf lahir dan bathin (indah & ardy)”
-di antara ucapan selamat puasa yang rata2 panjang dan mendayu2, menurut gw SMS ini bagus karena sangat simpel-

Menantikan SMS unik kalian untuk Lebaran. Masih ada waktu beberapa minggu untuk mempersiapkannya, guys. Bersemangatlah!!

Tuesday, September 18, 2007

Udah Lama

Wew, udah lama juga gw gak nge-blog. Diliat dari tanggal terakhir posting, gw udah sebulan lebih hiatus. So many things happened n gw gak sempet pegang Mary-Star buat nulis. Mungkin pegang Mary-Star-nya sih sering, tapi bukan MS-Word yang gw buka, tapi MS-Excel. Kalopun buka MS-Word, pasti gw lagi ngoprek kerjaan kantor.

Salah satu alasan knapa gw lama gak nulis blog adalah kepindahan gw dari Surabaya ke Jakarta. Gw pindah dari Surabaya ke Jakarta akhir Juli kemaren. On the Job Training (OJT) tahap II ini gw dipindah ke Retail Development. Tempat semua planning ke depan pemasaran retail dibikin. Ijin pendirian SPBU, usaha non-fuel retail, atopun inovasi produk2 baru.

Setelah sempet bingung cari kos, gw akhirnya milih kos sama temen gw yang dari OJT tahap I di Jakarta. Alamatnya di Jln Kramat Kwitang, deket Pasar Senen n pasar buku Kwitang. Tiga puluh menit jalan ke kantor ato10 menit naik bajaj. Ukurannya 4x3 m dengan dilengkapi kamar mandi dalam. Sebenernya sudah diinstal AC, tapi itu bakal membuat sewanya naik jadi Rp 1 juta. Karena gak pake AC, gw cukup bayar 750 rebu aja.

Quite hectic juga pertama2 ke Jakarta. Ke mana2 jauh, panas, sumpek, debu, penuh uneducated drivers. Tapi akhirnya gw jadi agak kebiasa. Kebiasa karena gw harus survive di sini. Jadilah gw angkoters. Walopun bukan angkoters sejati krn gw masih pilih2 angkot n prefer naek Trans-Jakarta ato taksi di tengah kemacetan.

Berasa lebih capek di Jakarta daripada di Surabaya atau Jogja. Di Jogja gw bisa melek sampe pagi n bangun dng seger (more or less) atau gw isa ngobrol sampe jam 12 malem di Kos2an Ubi Surabaya. Tapi di sini, gw udah setengah sadar padahal jam masih nunjuk jam setengah 10 malem. Kenapa, ya?

Mungkin karena kerjaan gw sekarang “cuma" duduk di kursi n kena AC berjam2. mungkin juga load kerja gw yang rada banyak krn kelompok kerja yang ada gak lebih banyak dari asisten manajernya. Atau mungkin butuh energi ekstra untuk memahami cara kerja, budaya kerja, sistem kerja dan beradaptasi di Perusahaan yang baru gw pahami seujung kuku untuk delapan bulan terakhir ini.

Apapun itu cukup bikin gw tertekan. Berasa pengen balik ke daerah nyaman gw dulu. Kerja santai, rock n roll, begadang sampai pagi, komik, warna, bentuk, ego, emosional, kerja sampai pensiun, jalan-jalan, untuk lama kelamaan membusuk di belakang meja.

Membusuk?

Apakah sekarang adalah usaha mati2an untuk melawan pembusukan?

Friday, July 27, 2007

dan inilah akhirnya...


akhirnya nelorin produk blasteran antara marketing n trading sama desain grafis yaitu gambar 3 dimensi SPBU pola baru. ada mobil yang tangki bahan bakarnya perlu diisi? mampir ke SPBU yg udah tersertifikasi Pasti Pas kali ya? fuhfuhfuhfuh, pesan sponsor...

bukan perpisahan

melewatkan lima purnama menjadi waktu yang singkat jika kau bersama orang2 yang kau cintai
beberapa jam bisa menjadi selamanya jika kau hendak berpisah dengan mereka
waktu membeku rapat di antara himpitan baju dan celana
kenangan tak lekang dengan tertutupnya zipper kopor
menyapa silang Monas sekali lagi
bersilang takdir dengan entah siapa lagi

Friday, July 20, 2007

I’m Dreaming of an iPhone

Gw lagi suka sama produk kluaran Apple dengan lambang “apel dicokot kalong” (apel digigit kelelawar)-nya itu. Setelah berhasil beli iPod setelah ngidam n mati2an nabung (ada yg ga percaya gw bisa nabung), skarang keknya gw lagi kesengsem sama yg namanya iPhone.

Pake ponsel merk SonyEricsson, Samsung, Sagem, Philips, ato pake komunikator Nokia baru yg harganya sampe 15 jutaan rupiah sekalipun tetap aja namanya ponsel. Telepon seluler. Sudah jamak yg pake. Tapi “iPhone”! The iPhone!!! Jelas beda dong!? Hehehehe, melebih2kan nih… Biyalin, namanya juga terbutakan oleh cinta.

I’m dreaming of an iPhone.... Don’t disturb ‘kay guys?

Mengapakah Hijau?

Gw ngedongak ke arah tivi yg dipasang di tepi balustrade lantai dua.

“… dan Timnas akan memakai kostum Hijau-Putih dalam melawan Korea Selatan yang memakai kostum Merah-Putih. Penonton yg hadir di Stadion Gelora Bung Karno diharap memakai kostum Hijau-Putih”

Katakanlah gw adalah orang yg paling gak peduli Timnas mau lawan siapa saja. Gw lebih ngebela2in nonton Harry Potter ketika sebagian besar (sori gak bilang “SEMUA”) mata di negeri ini menjadi saksi jibaku antara Indonesia melawan Arab Saudi.

Gw adalah orang yg paling nyolot se-kos-an ketika ada seorang kamerad yg berpendapat bahwa Timnas dikalahkan oleh putusan wasit yg berat sebelah.

Sudahlah, kenyataannya adalah Timnas Indonesia kalah 2-1 dari Arab Saudi. Ga usahlah menyalahkan wasit atas kekalahan pahit itu. Gw tau kalo menumpahkan kekesalan pada orang lain isa memuaskan ego kita, tapi tetep aja ga ngubah kenyataan kalo akhirnya Timnas harus puas bertengger di urutan dua klasemen penyisihan grup.

“Tapi faktanya memang wasit terlalu berat sebelah!”

Gw tau kalo Timnas memang masih dicintai sampai orang2 bela2in nungguin tiket yg ternyata udah ludes dibeli calo. Temen yg menonton langsung di Gelora Senayan mengaku semangat nasionalismenya berkobar menyala2 saat menyaksikan laga Timnas sambil minum Coca-cola n mampir sebentar di SPBU Shell untuk beli bensin dalam perjalanan pulang. Tapi sudahlah, orang punya cara masing2 menunjukkan nasionalismenya.

Seenggak pedulinya gw, gw tetep heran knapa Timnas harus pakai kostum Hijau-Putih lawan Korea Selatan nanti.

Apakah hanya karena Korea Selatan pake kostum Merah-Putih kita harus pake kostum Hijau-Putih? Lho, bukannya biasanya tim tuan rumah yg dikasih keleluasaan memakai Kaos Utama? Apa yang terjadi setelah gegap gempita nasionalisme?

Sepertinya, siapapun yang datang ke Stadion Gelora Bung Karno nanti sore dengan memakai kaos Merah-Putih akan dicap sebagai penggemar Korea Selatan, betapapun nasionalis pun dia. Atau kalo nasionalis pasti akan pakai Hijau-Putih? Atau karena nasionalis maka mengijinkan warna kebangsaan dipakai oleh kostum Tim Tamu?

Yeah, seperti kata Shakespeare, merah-kuning-ijo-biru, kalo sama2 mecolok mata, apalah arti sebuah warna?


nb: hmph, my laziness. update telat. FIY, tulisan ini ditulis tgl 16 Juli 2007

Friday, July 13, 2007

Hari Enggak Ngomel

“Hisssss…” gw cuma ngedesis nahan nafas ketika ada pengendara motor nyalip dari kiri mobil yg gw naikin sama Yanuar-Sensei.

Kami berdua dalam perjalanan menuju Gresik. Entah emang gak kepengaruh, tapi dari balik setir Yan-Sensei cuma senyum aja.

“Kelakuan…” gw mulai ngomel.

Gw inget sehari sebelumnya, dalam perjalanan balik dari Probolinggo, gw liat sendiri bagaimana seorang pengendara motor ngebayang2in sebuah truk gandeng untuk menyalip. Tepat 1 atau 1,5 m di belakang gandengan yang notabene sangat sulit dilihat oleh pengemudi lewat rearview mirror. Kalau truk itu melambat sedikit saja, mungkin motor dan pengendaranya akan masuk ke kolong truk.

“Enggak sadar kalo keluakuannya kadang ngeganggu orang lain di jalan,” Yan-Sensei nimpalin.

Sama seperti berangkatnya, sekembalinya dari Gresik, kami lewat jalan tol lagi. Kali ini gw agak komen tentang cara nyetirnya Yan-Sensei yang agak “enggak wajar”.

“Oke deh, Pak,” cuma itu yg kluar dari mulut gw sambil senyum kecut ketika Yan-Sensei nyalip truk dari kiri untuk kemudian banting setir ke kanan nyalip truk di depannya lagi.
“Hehe…”
“Emang gak se-ekstrim sopirnya Mas Edith sih, Pak,” gw bikin sugesti buat diri sendiri.
“Wah, kalo dia emang rada-rada. Kalau udah kebiasa nyetir kita kan tau daerah mana yg bisa kita pake parkir apa engga. Tapi kok dia nekat parkir di situ. Jadinya ban jadi selip,” giliran Yan-Sensei yang paranoid keknya.
“Hehe, blom jalan udah bikin parno orang,” gw bumbuin aja sekalian.

Sekeluar dari tol, jalanan kembali merapat. Bercampurlah kami dengan para pengendara sepeda motor. Ketika melambat di dekat lampu merah, seorang pengendara motor kembali menyalip dari kiri. Alih2 berhenti di belakang zebra cross, motor itu malah berhenti di bagian jalan yang tertutup oleh bayangan pohon. Mencari tempat teduh sepertinya.

“Wew, knapa gak maju skalian sampai ke zebra cross?” gw ngomel lagi. Yan-Sensei cuma senyum sambil ngeliatin rearview mirror sebelah kanan n kiri ngeyakinin diri kalo gak ada aral melintang di deket mobil.

Setelah lewat lampu merah, Yan-Sensei bilang,

“Bisa gak sih, kita sehari aja gak ngomongin kelakuan orang di jalan?”
“Eh?” gw bengong.
“Hehe, perasaan kita pasti jadi adem banget ya?” Yan-Sensei nambahin.
“Ya, kalo gak adem pasti malah jadi stress sendiri, Pak. Mendem dalam hati terus.”

Di lampu merah berikutnya, ada kemacetan kecil yang disebabkan oleh mogoknya motor salah satu pengendara motor.

“Pasti cewek,” Yan-Sensei ngomentarin insiden kecil itu.
“Lho, saya cuma bilang ‘pasti cewe’ enggak termasuk komplain toh?” gw nyengir membenarkan kalau yang mengendarai motor mogok itu emang cewek n “mungkin juga” komentar itu gak termasuk ngomel.

Setelah itu ada motor yang dikendarai ibu2 yang berjalan lamban tepat di tengah marka jalan lajur cepat. Yan-Sensei memperlambat mobil karena gak isa nyalip.

“Saya gak komentar apa2 lho, Pak,” Gw sengaja ga mo komen, giliran Yan-Sensei yang nyengir.

Ternyata hal itu bukan kali terakhir yang kami liat sebagai polah-tingkah pengendara motor di jalan. Sekali lagi pertunjukan “siapa-yang-berkuasa-di-jalanan” terjadi di depan mata kami. Gw sengaja noleh ke kanan, pengen tau komentar apa lagi yang bakal keluar setelah resolusi “gak ngomongin kelakuan orang”.

Yan-Sensei nutupin mulut pakai tangan kirinya.



Moral dari cerita kali ini adalah “hati-hati di jalan, guys….”

Friday, July 06, 2007

Masa Lalu Tak Pernah Terlupakan…

Oh, boy, kejadian lagi. Pagi ini gw ngadep sensei OJT gw, Pak Umar Chotib. Gw pertama2 disuruh mempelajari komplain dari klien. Setelah diskusi alias ngobrol2 lepas, si Bapak beralih topik ke Gathering Bunker yang masih ada dalam tahap persiapan. Obrolan menghangat ketika dia bilang:

“Ini ada Proposal Penawaran Harga Perlengkapan buat Gathering”.
“Saya rasa ini ada banyak kekurangan, karena tidak semua yg saya pengen masukin ada di dalam pamflet ini.”
“Saya rasa backdrop ini terlalu ramai. Saya juga pengen ada pesan2 moral ada dalam pamfletnya”, si Bapak terus melanjutkan obrolan.
“Coba saya dibantu untuk untuk mempersiapkan disain pamflet, disain backdrop dan disain x-banner. Kalo bisa sudah jadi hari Rabu.”
“Tolong kamu pelajari Proposal ini………..”

Dooooooooonggggggg!! Dejavu.

Kemaren ngitung estimasi biaya proyek, sekarang ngedisain pamflet dan peranakannya. Heh, harusnya gw ngenalin diri dengan:

“Perkenalkan, saya Lawni. Sekarang saya bersama Penjualan BBM Pemasaran dan Niaga. Sedangkan profesi saya adalah seorang disainer”.

Pesan moral: perusahaan minyak juga butuh seorang disainer grafis n arsitek. Jadi jangan berkecil hati wahai kamerad senasib dan seperjuangan!!

Saturday, June 30, 2007

Sitkom: Tragedi Buku ”Angel and Demon”

Arny sumringah dari balik pintu pamer buku ”Angel and Demon” ke gw. Buku yang baru dia dapat lewat paket kiriman seorang karibnya dari Makassar. Patut diingat bahwa dalam kehidupan anak kos, mendapat kiriman barang adalah sesuatu yang sangat spesial. Karena di sisi bumi belahan lain, ternyata masih ada orang yang memperhatikan hidupnya.

”Heeee, liat nih, Ni”, senyumnya mengembang lebar sambil memegang buku tebal itu tepat di bawah dagunya.
”...”, gw speechless.
”Heeeee...”, dia masih senyum-senyum sumringah.
”... Ny, I’ll tell you something. That’s the second time in two consecutive hours you’ve shown me that book”
“Weeeeeek, so what?”

Exactly! So what?!?

Setelah itu terjadilah kejar mengejar ala Bollywood dengan sang protagonis bersenjatakan sandal jepit mengejar sang antagonis ke sekeliling kosan.

Friday, June 29, 2007

Nonton Festival Kesenian Yogyakarta XIX 2007

Tema FKY tahun ini yang berpusat di Benteng Vredeburg adalah ”Anak Muda dan Keberagaman”. Pada pembukaannya ditampilkan Reog, tari-tarian dan tumpengan. Di sudut lain Kota Yogya, hentakan musik dari seorang DJ juga turut memeriahkan pembukaan agenda tahunan Kota Jogja ini. Kegiatan yang berlangsung dari 7 Juni 2007 sampai 7 Juli 2007 kali berusaha untuk menepis batas kebudayaan dulu dan kini.

Seperti biasa, gw dateng sebagai penikmat aja. Entah kapan isa jadi peserta ato syukur2 malah jadi panitia (jagan2 udah telat?). Ada sedikit harapan ketika gw liat banner yg ada di parkiran. Banner segede gaban dng gambar vektor dominasi warna merah, item, n putih. Gambar lukisan monalisa dng wajah seorang laki2 yang mulutnya berdekatan dng mikrophone dari hair dryer. Cukup nendang buat Jogja dengan cap budaya Jawa yang kental. Pintu gerbang masuk juga di gambar dengan teknik grafiti. Gw pikir mungkin ada satu pojok di mana vektor art dan grafiti mendapat tempat di FKY kali ini.

Hehe, gw pikir inilah dunia gw (dulu?). Dunia yang mungkin sekarang masih gw pikir sbg tempat hati gw singgah.

Tapi setelah gw puterin seluruh stand di kawasan Beteng Vredeburg, gw enggak ngeliat ada display vektor art maupun grafiti. Oke lah, kalo banner2 gede vektor art persembahan dari produsen rokok emang ada, tapi bukankah itu adalah bahan jualan? Promosi dalam balutan dekorasi. Mungkin emang ada beberapa stand yang menjual barang2 bergambar karakter2 aneh bin ajaib seniman2 grafiti, tapi kok sama seperti yang ada di distro2 ato mall?

Jangan2 konsep ”Festival” gw beda dari orang umum. Yang gw liat kemaren sih kbanyakan stand menjual barang kesenian. Ada yang jual guci, lukisan, buku2 bekas, pernak-pernik cewe dsb. Cuma anak2 animasi yang gak kliatan gelar dagangan. Jangan2 ini adalah Pasar Malam Kesenian Yogyakarta? Di mana apresiasi seni cuma diukur dalam bentuk rupiah? Well, Festival, Pasar Seni, Pameran, Fair apalah namanya tanpa jualan ya gak mungkin. Sewa stand juga gak pake daun.

Yg bikin gw kecewa adalah ternyata vektor blom dpt tempat di pusat pelaksanaan FKY di Benteng Vredeburg. Yeah, apa gw yang salah masuk tempat? Mungkin di sisi lain kota Jogja ada tempat pameran buat dua cabang seni ini (ato bukan seni)? Mungkin gw yang kurang well informed. Kalo temanya jembatan antara kebudayaan ”dahulu” dan kebudayaan ”kini” serta anak muda dan keberagaman, ada baiknya memasukkan vektor art dan grafiti dalam salah satu acara atau pameran ato mungkin unjuk kebolehan. Gw pikir sih vektor art n grafiti lagi naik2nya tahun2 belakangan ini. Karena vektor art basisnya adalah teknologi n grafiti digila2i anak2 muda yang ekspresif.

Satu lagi yang bikin gw heran. Layout stand yang ada sekarang gak beda jauh dari layout stand tahun2 lalu. Stand penjual buku bekas ada di deket lapangan, kantin ada di depan stand buku bekas, lukisan ada di bagian utara pasti ada di tempat yang sama. Mungkin emang sudah jadi ”kebiasaan” ato jadi ”lokasi yang paling strategis” ato jadi ”lokasi yang paling nyaman + aman buat barang seni n senimannya”. Gw pikir sih perbaikan (improvement) dan sedikit variasi bisa bikin suasana FKY lebih seger. Biar gak ngebosenin buat orang yg ngikutin FKY dari tahun ke tahun.

Sunday, June 24, 2007

damn

hari ini jalan ke royal plasa (lagi) - where else can i go? mau ke malang tapi ga tau jalan (wew). niatan mau update blog dng materi yg udah susah payah gw tulis di mary-star. tapi ternyata setelah gw cek di flashdisk, filenya blom ke-copy.

damn, tambah jongkok aja nih memori.

Friday, June 15, 2007

Fat Juicy Mosquitos

Kebangun di pagi buta tepat waktu azan subuh. Tangan n kaki gw gatel semua. Gw mahfum kalo itu pasti kerjaan nyamuk2 celaka yang suka ngendon di kamar gw. Susah bgt ngadepin nyamuk2 kampret itu (inconsistency; nyamuk apa kampret?). Sore disemprot obat nyamuk, malem pada mokat, besoknya udah arisan lagi di pojokan kamar. Seringnya gw biarin aja n pake jurus tepok2 berhadiah ngelewatin malam. Kalo lagi rajin ya gw nyemprot kamar + kamar mandi + ngeberesin gantungan baju biar bikin sempit tempat sembunyi n perkembangbiakan nyamuk. Lebih jijik kalo liat jentik2 di bak mandi. Empat hari gak dikuras aja udah pada berenang sana-sini.

Karena ngerasa muak krn gak dapet tidur cukup (gw baru tidur jam 1 pagi krn nyelesaiin tugas dari kantor), gw ambil obat nyamuk dari bawah meja dan mulailah gw nyemprot2 secara sporadis ke arah biasanya nyamuk2 itu pada cakrukan. Hasilnya luar biasa. Dari lantai kamar gw pungut bangkai2 tak berdaya itu n gw kumpulin jadi satu. Jumlahnya bikin gw ngeri sendiri, 14 bangkai tergeletak tak berdaya. Ok, mungkin blom nyampe angka 20-an. Tapi kalo dipikir2, 14 ekor nyamuk baris di kaki, tangan, jidat dan setiap bagian tubuh lo yang kebuka adalah pikiran yang bikin bergidik bukan? 14 ekor binatang senang2 pesta nyedot darah lo.

Well, noone, I mean NOONE sucked my blood and get away with it.

Yang bikin gw heran, ngeliat statistik populasi makhluk penular penyakit yang bikin rumah idaman mereka tepat di kamar tidur gw, sampe skarang kok ya gw blom pernah kena malaria ato demam berdarah.

Sedikit perhatian di pemukiman Kota Surabaya, Pemkot! Fogging mungkin?

Friday, June 08, 2007

Dan di Sinilah Aku

Tiga bulan yang lalu, gw teriak2 kegirangan waktu gw tau gw bakal belajar di Pemasaran BBM. Bukan sebagai arsitek atau sebagai disainer grafis. Mungkin gw lagi eneg dengan segala macam disain, bentuk, ruang dan warna. Walaupun tiap waktu gw selalu teriris2 n selalu pengen berendam di kubangan warna. Gw pengen belajar hal yang lain. Hidup sekali, saatnya menantang hidup, kata Ari Susanto. Bukan saatnya untuk menikmati zona kenyamanan krn gw masih muda.

Dua minggu yang lalu gw ketemu, Manajer SnD UPms V, Umar Fahmi.

”Kamu kan lulusan Arsitek? Bisa gak ngitung biaya renovasi interior gedung kantor Instalasi Surabaya Grup ini? Masak lokasi yang setiap harinya menghasilkan keuntungan sebesar.....”

Seperti biasa, gw ngerasa ada sandal yg nabok pipi kiri dan kanan. Gw coba teguh berdiri di depan sang manajer. Nasib celaka arsitek murtad. Berita baiknya adalah akhirnya ilmu yg gw pelajari selama kuliah akhirnya kepake. Berita buruknya adalah terakhir gw ngecek daftar nilai, Manajemen Konstruksi Anggaran gw cuma dapet C. Itu juga udah pake ngajakin Pak Edi Her jalan2 sampai ke Padang-Bukittinggi selama Kuliah Kerja Lapangan.

Respon pertama yang gw dapet setelah tanya detil ke kamerad sesama arsitek adalah:

”Lu, kerja di Pertamina apa di kontraktor? Duco itu jenis cat untuk finishing. Woodenblind itu kek horisontalblind tapi dari kayu. Double pintu dengan bahan teakwood (jenis plywood)”

Hanya kalimat pertama yg gw ngerti. Selanjutnya gw cuma mengingat2 apa sebenarnya yg tersebut dalam SMS celaka itu. Sementara Sam, Luthfi n Tito berdebat tentang evaluasi pelaksanaan angkutan BBM pola baru, gw ngukur2 panjang n tinggi dinding untuk menentukan besaran volume pekerjaan konstruksi.

Thx to Miaw Cayank yang slalu backup kerjaan2 gw yang serabutan.

Wednesday, May 09, 2007

jangan kira gw gak ngerasa mual

Song: Hujan Gerimis
Artist: Benyamin S

Eh ujan gerimis aje
Ikan teri di asinin

Eh jangan menangis aje
Yang pergi jangan dipikirin


Eh ujan gerimis aje
Ikan lele ada kumisnye
Eh jagan menangis aje
Kalo boleh cari gantinye

Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke Tanjung Cina
Mengapa ade menangis aje
Kalo memang jodo ga ke mana
Hey..hey

Eh ujan gerimis aje
Ikan bawal di asinin
Eh jangan menangis aje
Bulan Syawal mau dikawinin


Mau di kawinin jangan nangis
Bebedak yg banyak
Yah entar kayak Celapuk donk


Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke Tanjung Cina
Mengapa ade menangis aje
Kalo memang jodo ga ke mana


Jalan-jalan ke Manado
Jangan lupa membeli param
Kalo niat mencari jodo
Cari yang hitam seperti saya


*lirik diambil dari http://lirik.mania.or.id

Saturday, May 05, 2007

friday i'm rujakan

hari jumat, hari diselenggarakannya senam pagi. hari ketika semua orang bergerak atas nama kesehatan. apapun dan bagaimanapun gerakan itu. pada jumat kemaren, selain penyelenggaraan syukuran karyawan yg berulang tahun selama bulan april ini, ada juga acara memperingati hari jadi Perkumpulan Wanita Patra. acaranya bertajuk "Fun Time with Rujak Vaganza". artinya (bagi anda yg ga isa berbahasa inggris) adalah "Lomba Membuat Rujak Manis ala Karyawan". Jadi, sembari makan2 ulang tahun, diadakanlah pendaftaran peserta lomba bikin rujak. siapakah yg tertarik untuk mengikuti lomba ini sodara2? yak, gw adalah salah satunya.

gw pengen ngejajal ilmu yg telah diwariskan secara turun-temurun. ilmu membuat sambal n rujak rahasia dari keluarga soediarto. ini saatnya membuktikan pada bapak dan ibu (serta dunia tentu saja) bahwa anak mereka telah dewasa. gw enggak sendirian, ditemani oleh samuel, kamerad BPS asal Medan (sayangnya gw juga harus bersaing sama dia), kami harus berjibaku melawan 8 kontestan lainnya.

garam, cabe, terasi, dan gula jawa ditumbuk halus. campur dng kacang tanah goreng dan sedikit irisan nanas. rasa yg sangat pas untuk keluarga soediarto. sesuai dng resep yg diwariskan. waktu yang tinggal sedikit itu akhirnya habis bertepatan dng selesainya buah n sambal tertata di piring saji.

sayangnya gw gak membawa pulang hadiah yg disediakan panitia. hahaha, gak masalah. mungkin memang soal rasa, orang memang berbeda2. apalagi yg gw bikin adalah rujak rumahan yg mungkin hanya bisa dinikmati oleh 4 orang penghuni rumah nomor 82 di jalan mahoni, semarang. tapi rasa lelah itu terbayar melihat senyum orang2 yg mengembang sesaat mereka memakan rujak yg gw bikin. "not bad" mereka bilang. jadi, ada yg mau ngerasain "rujak rock and roll" bikinan gw?

Wednesday, May 02, 2007

oleh-oleh dari cepu


minggu kmaren gw n temen2 Kerak Residoe Surabaia (begitulah kami, BPS Pms&N daerah OJT UPms V Surabaya, menyebut kami sendiri) berkesempatan melihat operasi hulu di Cepu. kami dijadwalkan 3 hari untuk mengetahui lebih riil operasi hulu itu seperti apa.


hahaha, blom tau mo nulis apa. numpang foto dulu ah :P


Thursday, April 05, 2007

sherina dan pencarian jati diri

di sela2 kesibukan sore kantor baru, sekilas gw tertarik dng apa yg ditayangkan di tivi segede bagong. secara tivi segede bagong tersebut (yg seharusnya hanya menayangkan arus pergerakan minyak) menayangkan video klip artis cewe baru indonesia. well, i thought it was until i read the subtittle. dialah Sherina Munaf. gadis kecil pujaan hati rakyat indonesia yg pernah membintangi film layar lebar sekaligus mengisi soundtracknya yg sangat fenomenal. betapa tidak, gadis kecil ini mempunyai suara dan wajah bak malaikat. akibatnya sampai beberapa tahun kemudian banyak bayi2 tercatat di catatan sipil dng nama seperti sang pujaan hati. sherina gak seperti tina toon, atau seperti joshua, sherina bernyanyi. yak, bernyanyi dng tangga nada betulan dan (i quote) pitch control yg mengagumkan. tapi alih2 itu yg gw liat dalam tivi segede bagong itu, sherina tampil beda.

dng semua makeup, hairdo, piano n wardrobe itu, sherina tampak lebih dewasa. yeah, belom juga memperhitungkan tahun2 yg berlalu sejak terakhir dia main di layar lebar. aliran yg diusung pun beda dng album sebelumnya. sekilas melihat setting, sound dan kostum yg dia dikenakan, gw ga berani ngira kalo ini adalah sherina yg inosen. yess, sherina bukan bocah ingusan lagi. sherina mulai berani ngerock!

tapi...

sepertinya gw pernah liat pose piano dan dress model klasik kek gt? prasaan gw pernah liat setting yg coba nampilin suasana gothik kek gt. prasaan gw pernah liat cowok bertelanjang dada di atas ranjang ngeliat rekaman video kamera dng kemarahan yg sangat sampe ngelempar2in barang2 di kamar ke arah cermin sambil teriak2 penuh emosi.

okelah,sayang. kamu boleh aja bikin video klip yg rada "sakit" dng nampilin segala emosi dan suasana suram. tapi make up-mu masih terlalu manis untuk masuk ke suasana seperti itu. bolehlah menggaet abdee slank buat ngisi gitar di track-mu, tapi suaramu kurang punya power buat nandingin gaharnya besetan gitar. bahkan baju yg kamu kenakan masih pantas buat dipake di prom nite party usai akhir ujian. maafkan aku,sayang. tapi sepertinya moshpit ini masih terlalu kotor untuk gaun manismu itu. kembalilah lagi ketika kamu sudah bisa menangis karena cinta dan kehidupan. untuk sekarang, hiburlah kami, para jiwa yg tersesat dalam pengembaraan, dng suara bak bidadari surgawi. jangan cepat merasa tertekan seperti talent di vid klip-mu (gw pikir itu jonathan mulia) yg beserk krn harus berakting menurut skrip contekan.

spoiler: pernahkah orang2 di indonesia melihat anykind of videoklip evanescence dan videoklip muse yg hysteria??

Saturday, March 17, 2007

Surabaya Aku Datang

Akhirnya gw ada di Surabaya. Tempat yg sama sekali asing buat gw. Gak ada keluarga, cuma ada beberapa teman yg punya agenda sendiri. Gw kudu harus isa nemuin kos sebelum tenggat waktu 7 hari yg diperbolehkan perusahaan untuk menginap di mess jalan Darmokali. Hari2 pertama di Surabaya gw abisin buat orientasi kota. Jalan2 gak tentu arah, naik angkot setan, jalan kluar masuk kampung sampai makan di sembarang tempat. Royal, Tunjungan Plasa I n II, Taman Bungkul, RS Dr Ramelan, Jagir Wonokromo, kebon binatang, yeah right, mari kita jalan2 di Surabaya.

Jalan? Kalo gw boleh ngomong, mending jangan jalan di Surabaya. Pake aja motor, taksi, atau mobil. Batang pohon, pot tanaman hias, kabel telpon, lubang gorong2, tiang listrik, dan pagar perlintasan kereta api. Gw ngomong tentang halangan yg ada buat pejalan kaki. Menurut gw, Surabaya bukanlah kota yg ramah buat pejalan kaki (diamini oleh beberapa orang teman yg punya KTP Surabaya). Macem Mario bross aja kudu ngehindarin lubang ato tanaman di tengah jalan. Untung aja gw gak kudu nyari jamur.

Bilang aja gw yg blom mapping kota Surabaya dng bener. Kmaren gw nyari makan malem bareng temen2. setelah jalan kurang lebih 1,5 km kami nyadar bahwa gak ada secuil warung ato cafe ato kaki lima yg representatif. Cuma ada angkringan, itu pun satu dua. Ada yg bilang kami enggak nyari di tempat yg bener. Kek Shinchan ngotot nyari daging di toko sayuran, terang aja gak dapet yg dicari. Gak ngerti, mungkin kulturnya yg beda ato emang ada kebijakan dari pemkot setempat yg ngumpulin pedagang kakilima di satu tempat.

Tersebutlah Taman Bungkul. Taman deket mess yg punya penataan taman yg ok punya. Ada skate park, taman bermain anak2, tempat duduk2, path yg menawan dan lighting yg cukup ok untuk sebuah ruang publik. Tersedia juga pedagang2 kakilima yg menjajakan aneka hidangan mengundang (terutama ayam goreng n bebek goreng dng sambal pedas yg melelehkan air liur). Tapi apa iya, setiap hari kudu makan di Taman Bungkul? Gw pengen ngerasain sate kambing ato sapi (sampe saat ini blom pernah ngeliat gelaran dagangan di Surabaya). Gw pengen nyobain rawon setan yg buka jam 11 malem n langsung tutup gara2 cepat habis. Gw pengen nyicip sega sambel yg harus dipesen setengah jam sebelumnya ato kalo enggak bakal ngantri lama hanya untuk merasakan sensasi pedasnya. Arah manakah Doli itu? Loh!?!?

Cukup, cukup, komplainnya udah cukup. Blom ada seminggu kok udah komplain mulu. Bukan resistensi, tapi gw pengen isa nikmatin Surabaya sebagaimana gw ngelewatin waktu di Jogja. Gw pengen kehadiran gw di Surabaya memberikan arti sendiri. Gw pengen keramahan dan kearifan lokal Surabaya mengimbas ke gw.

Gw datang tidak untuk percuma, tidak untuk jadi bayangan yg berkali-kali berlari disinari headlight.

Sunday, March 04, 2007

huffff...

tarik nafas, lepaskan....
jepit, tegang, lepaskan...

heeeehhhh, malah jadi kek aerobik tiap subuh hari senin, rabu n jumat. tampaknya masa2 di asrama bakal berakhir. dalam seminggu ke depan bakal ada pengumuman ke mana gw bakal ditempatin. skarang gw gak ada petunjuk apakah gw bakal di taro di divisi niaga, BBM, aviasi ato manapun. apalagi tau kota penempatan. semuanya mash misteri. yg ada hanya menunggu dan mengorek2 setiap kesempatan kepada pembimbing n pengawas. tapi siapa tau, karena bahkan keputusan direktur utama saja isa dikoreksi.

gw berharap gak ditempatin di kota yg pernah gw tinggalin. semarang, jogja, ato jakarta. hidup cuma sekali, sayang kalo cuma dihabisin di dalem kotak. gw pengen liat kota2 di seluruh indonesia. kupang, makassar, balikpapan, merauke, medan dan lainnya. mumpung masih muda, masih banyak kesempatan dan energi untuk berubah n membal.

yeah, keknya ada energi baru lagi yg gw dapet di sini. energi yg gw dapet dari temen2 baru. temen2 yg 1,5 bulan yg lalu belum kenal. yg bersama2 pengen survive n berhasil ngelewatin ujian ini. i salute my camerades. BPS Pertamina 2007 khususnya BPS Pemasaran n Niaga Pertamina 2007. Semangat!!

Wednesday, February 14, 2007

look at the date

hoooaaaahhh!!! gatel banget mau posting. ini curi2 kesempatan di komputer perpustakaan. cuma mau ngasi kabar kalo gw baik2 aja, gak kena banjir, tambah endut karena pendidikannya cuma makan tidur makan tidur.

miss u guys!!!

happy vanlentine's day!!

Monday, January 01, 2007

New Year Blues

Agak aneh. Tapi gw gak ngerasa begitu semangat dng segala macam hiruk pikuk yang orang lakuin menyambut tahun baru. Kalo banyak orang berkumpul buat menyaksikan kemeriahan tengah kota, gw mending nyingkir ke tempat yg sepi. Ngadem. Bikin sangtuari buat sehari. Ato mungkin cuma ngumpul bareng temen2 deket, ato ngumpul dng keluarga, pokoknya ngumpul bareng orang2 terdekat yg gw sayangi. Enggak berdesak2an dng orang yg tak dikenal yg datang entah dari mana, bereforia merayakan pergantian hari.

Malam tahun baru bagi sebagian orang seperti merupakan pengesahan buat melanggar peraturan. Melanggar lampu merah, berkendara tanpa helm, atau parahnya, beberapa orang idiot menemukan kesenangan sendiri dng kebut2an di jalan sambil main ular2an. Gak dipikirin ada orang yg ngerasa terganggu dng semua itu. Gw setuju kalo dia mau hev fun, tapi gw mau slamet. Paling enggak terhindar dari perbuatan ceroboh mereka. Capailah ke tempat anda mau bersenang2 dng tertib, dan bersenang2lah di sana. Karena jalan emang ruang publik, jadi hormatilah orang lain yg juga memakai sarana itu.

Gw berniat mau ngabisin malam taun baru kmaren sama anak2 Komikers. Tyar ngundang gw ke percetakan Komikers di daerah Depok. Hell yeah, Depok adalah tengah kota tapi gw yakin suasana di sana gak sepadat Simpang Lima. Gw harus ngelewatin jalan2 utama Semarang untuk mencapai Depok. Sedihnya, gw kudu liat “tabiat malam tahun baru” yg gak gw sukai di depan mata. Jah, gw pengen secepatnya sampe di tempat anak2 ngumpul.

Melewati perempatan Depok n toko Bata yang pernah jadi setting film Gie, gw konfirmasi ke Tyar di mana tepatnya percetakan itu. Setelah gak nyambung beberapa kali, akhirnya Tyar nyahut dari ujung ponsel. Ternyata acara malam taun baru dibatalkan. Ayah Tyar meninggal dunia. Inalillahi wa ina illaihi rajiun. Secepatnya gw geber motor ke daerah Tugu.

Setelah pembacaan Yasin, gw ngobrol bentar ama Ibunya Tyar. Kata Ibu, Bapak tidak pernah mengeluh sakit. Pagi harinya masih sholat Ied, bercanda di bawah pohon depan n ngebantuin nyembelih hewan kurban. Gak ada yang nyangka kalo Bapak dipanggil Allah pas sholat Dhuhur. Sindhu tampak terpukul, tapi Tyar lebih tabah dari adiknya itu. Kami menghabiskan malam dng ngobrol. Maklum, gw lama gak ngumpul bareng anak2 Komikers. Malam itu gw ketemu Aji, Rima, Adit dan satu lagi gw gagal mengingat namanya. Sorry.

Jam 2 pagi gw pamit ama Tyar n keluarga, minta ijin krn gak isa nganterin sampai makam. Sepanjang perjalanan pulang gw terngiang2 dng apa yg gw alami hari ini. Eforia pergantian tahun, kematian, dan kenyataan bahwa hari ini tepat 27 tahun gw dilahirin ke dunia. Gak ada yg tau berapa lama kita diijinkan untuk bernafas. Waktu gak isa berputar kembali seberapapun elu menyesali kebodohan yg telah elu bikin. Apalagi kebodohan yang diatasnamakan pada kesenangan belaka.

Tuhan berkati semua orang. Lindungi mereka dengan kasih-Mu.

Selamat Tahun baru, semuanya!

Top 10 SMS Ulang Tahun

Hehehe, biar kata narsis jugak gapapa. Blog ancur2an ini :P seperti tradisi tahun2 yg lalu, tahun ini dibuka dng penghargaan atas 10 ucapan ulang tahun yg pertama disampein temen2 ke gw. Yak ini lah dia dari peringkat yang paling buncit!

10. Mbak Nungky (08.21)
“Met ultah ya, lawn. New life, new spirit. Get ur success. Moga2 tetep gak ninggalin shalat n terjaga dari aura sekuler. Although u are in that circumstances. Ciao.”

9. Emonmon (06.43)
“Mas Law, met ultah n taun baru ya. Sori baru SMS, pulsaku abis. Ini pake punya mbak. Hehe. Moga selalu dalam lindungan Allah. Dimudahkan jalan cita2nya. Gak jadi pelupa :D amin. Emy.”

8. Maminya Jingga (05.33)
“Selamat ultah ya Lawni. Selamat panjang umur, selalu sehat murah rizki. Sukses terus kedepan seiring dng menapak tahun yang baru. Mom. (kmrn pasti kehujanan).”

7. Salomo (02.16)
“ Segala yang indah, segala yang manis kiranya Tuhan yang selalu menuntun kita menjalani tahun 2007. amin. Met ultah juga ya fren. Kerjaanmu yang baru lancar. GBU”

6. Dedekecil (02.01)
“Met ultah ya, Bro…. Muahh, muahh… sukur…. Bau duren. Soalnya gw abis makan duren di gunungpati :D”

5. Sara ( 01.49)
“(ü) (ü) (ü) (ü) (ü) (ü)
(ü) (ü) (ü) (ü) (ü) (ü)
(ü) (ü) (ü) (ü) (ü) (ü)
(ü) (ü) (ü) (ü) (ü) (ü)
im giving u 24 smiles, 1 for each hour of the day 2 make sure ur always smiling :) hepi bday ya…”

4. Miaw Cayank (00.49)
“Met ultah yo! Semoga panjang umur. Btw, hpmu ko ga isa dihubungi?”

3. De Lulut (00.32)
“Happy New Year…. Met ultah ya, kata mama sekarang kamu ultah ya? Kebrapa? Panjang umur ya, sehat, tambah bakti sama ortu. Tambah yg baek2 ajalah! Inget umur, kapan NIKAH? :D :D :D”

2. Jingga (00.19)
“Selamat ulang tahun, Law. Semoga hidupmu dilimpahi keceriaan dan kamu bawa kebahagiaan bagi orang2 di sekitarmu. Peluk cium buatmu.”

1. Yenikecil (23.59)
“K’Law, Slamet taon baru n slamet ulang taon. Otanjoubi omedetto. HEPI b’day!! ^-^ hehe…. Ja! Hev fun. ;)
(keterangan juri: SMS Yeni emang 23.59 sebelum jam menunjukkan 00.00. Tapi SMS tadi datang pas pesta kembang api yg menujukkan pergantian tahun di Semarang. Jadi diitung sah yak :P)

Tutup kata, makasih atas semua perhatian yg temen2 kasih ke gw. Hari ini adalah hari yg indah karena dihiasi oleh cinta kalian. Buat temen2 yg blom masuk Top 10, tahun depan harap lebih cepet mencet keypad di ponsel yak! :D :D

Sangkyuuuuuuuu!!! MUAAACHHHHH!!!

Meninggalkan Jogja

Bunyi slimo membangunkan gw dari tidur. Jingga menelpon seperti kesepakatan kami tadi malam. Gw minta dibangunin jam setengah 6 buat siap2 sholat Ied (what can I do without you, hon?). tapi gw gak langsung bangun. Kepala pusing, batuk di tenggorokan dan idung meler bikin gw urung bangkit dari tempat tidur n sholat hari raya setahun sekali itu. Gak butuh waktu lama buat gw tidur lagi dalam pengaruh obat.

Gw bener2 bangun jam 11 siang. Masih nyisa pusing tapi badan udah mendingan. Gw berencana buat balik Semarang hari ini. Makanya gw pikir mending istirahat daripada gw drop di jalan karena cuaca lagi gak bersahabat dng para pengguna jalan. Cepet2 gw mandi, beres kamar Erik n beres barang2 gw, mastiin ga ada yg ketinggalan n ngerepotin orang lagi. Abis pamitan ke anak2 kos n bapak kos sekitar jam 12, gw langsung starter motor. Gak langsung cabut ke Semarang, tapi ada beberapa tempat yg pengen gw kunjungi sebelom gw bener2 cabut dari jogja.

Tempat pertama adalah rumah Jingga di Maguwo. Gw mikir gw bakal jadi sasaran empuk Bapak-Ibu karena Jingga gak ada di rumah. Gw gak tau mau ngomong apaan karena gw langusng kena sindroma kulit kuning n nyali kecil. Wew, kalo adep2an sama bonyok cewe lu sendirian di meja makan gimana sih reaksi elu2 pada? Pada akhirnya gw pamitan sambil ngarep doa restu biar langkah ke depan gw isa lancar.

Tempat kedua adalah rumah Pakdhe di Turi. Karena hujan rintik2 udah mengguyur Jogja, jaket gw basah sampe di rumah Pakdhe. Kata2 yg pertama kali kluar dari Pakdhe adalah nanyain apa gw dapet kerjaan baru itu. Maka kami bincang2 seputar pengalaman Pakdhe bekerja di bank pemerintah dan mencurahkan berbagai wejangan. Gw terharu. Tapi gw harus cabut dari rumah Pakdhe buru2 soalnya jam udah menunjukkan pukul 3 sore. Kalo perhitungan gw gak salah, maghrib nanti gw baru sampai rumah. Gw gak mau kemalaman di jalan. Apalagi kudu ngelewatin Pringsurat dalam keadaan gelap. Gw pamit sama Pakdhe n Budhe sambil minta doa restunya. Apasih yg enggak mujarab dari doa orang tua yg sayang ama kita?

Masih hujan rintik2 yg ngiringin gw sampai ke perbatasan Jawa Tengah dan DIY. Seiring gw ngelewatin Jembatan Kali Krasak, memori gw tumpang tindih saling melintas tak berurutan waktu. Frame2 baja itu seperti frame film yg kehabisan gambar pada episode terakhir. Inilah episode terakhir gw di Jogja.

Selamat tinggal Jogja, sampai ketemu kembali dalam episode musim semi yg lain.

Selepas Tempel, hujan mulai turun lebat. Memasuki Muntilan, gw terpaksa pakai jas hujan karena hujan turun sangat lebat. Jarak pandang mungkin hanya sampai 20 meter, diperparah lagi dng helm yang gak ada whiper. Harus berkali2 gw bersihin dari air hujan biar gw isa liat ke depan. Gw sempet berhenti di Pom Bensin buat benerin jas hujan n isi bensin. Bahkan jas ujan gw enggak isa nahan air hujan yg sekarang udah ngebasahin baju dalam gw. Udara jadi tambah dingin n gw bahkan blom nyampe di setengah perjalanan.

Masuk Magelang, hujan gak bertambah reda. Masih turun lebat sampai saluran irigasi kota itu meluap ke jalan. Gw kedinginan. Kulit gw ngerasa kebas n tampak jelas mengkerut. Hujan gak pernah mereda sampai gw lewat Secang dan harus berjibaku di jalan berliku nan berlubang2 di Jambu dan Pringsurat.

Hujan agak mereda ketika gw masuk wilayah Ambarawa. Alhamdulillah, gw udah isa liat monumen Palagan Ambarawa. Gak terlalu molor dari jadwal perjalanan yg gw buat. Rute terberat dari perjalanan ini juga sudah terlewati. Tinggal ngelewatin Bawen dan Ungaran untuk sampai ke Semarang.

Hujan bener2 berhenti ketika gw ngelewatin deretan pondok sate Pak Kempleng di Ungaran. Sempet berpikir untuk berhenti. Tapi gw pikir ada sate juga yg nunggu di rumah. Gapura selamat tinggal Ungaran biking gw deg2an. Inilah saatnya. Inilah saat gw bertemu dng masa lalu yg ngerasa pernah gw tinggalin. Tempat gw lahir, tumbuh n beranjak dewasa.

Semarang sepertinya tidak ikut berhujan2 seperti daerah di selatan. Hujan hanya meninggalkan genangan di sisi jalan. Gw kira hujan telah berhenti mengguyur Semarang 1 atau 2 jam yang lalu. Seiring sinar matahari menghilang di balik cakrawala, gw turun di lereng Gombel. Sayap kunang2 mulai mengepak menyelimuti lembah Semarang. Hampir tak pernah berubah dari 26 tahun yang lalu. Ketika gw datang pertama kali di Semarang.

Adzan maghrib menyambut gw begitu gw sampai di depan pintu rumah. Kembali ke wajah2 ramah itu. Kembali ke senyum2 hangat itu. Kembali ke pelukan ayah, ibu dan saudara.

Semuanya, anak pertama dari keluarga Soediarto telah pulang.