Friday, July 20, 2007

Mengapakah Hijau?

Gw ngedongak ke arah tivi yg dipasang di tepi balustrade lantai dua.

“… dan Timnas akan memakai kostum Hijau-Putih dalam melawan Korea Selatan yang memakai kostum Merah-Putih. Penonton yg hadir di Stadion Gelora Bung Karno diharap memakai kostum Hijau-Putih”

Katakanlah gw adalah orang yg paling gak peduli Timnas mau lawan siapa saja. Gw lebih ngebela2in nonton Harry Potter ketika sebagian besar (sori gak bilang “SEMUA”) mata di negeri ini menjadi saksi jibaku antara Indonesia melawan Arab Saudi.

Gw adalah orang yg paling nyolot se-kos-an ketika ada seorang kamerad yg berpendapat bahwa Timnas dikalahkan oleh putusan wasit yg berat sebelah.

Sudahlah, kenyataannya adalah Timnas Indonesia kalah 2-1 dari Arab Saudi. Ga usahlah menyalahkan wasit atas kekalahan pahit itu. Gw tau kalo menumpahkan kekesalan pada orang lain isa memuaskan ego kita, tapi tetep aja ga ngubah kenyataan kalo akhirnya Timnas harus puas bertengger di urutan dua klasemen penyisihan grup.

“Tapi faktanya memang wasit terlalu berat sebelah!”

Gw tau kalo Timnas memang masih dicintai sampai orang2 bela2in nungguin tiket yg ternyata udah ludes dibeli calo. Temen yg menonton langsung di Gelora Senayan mengaku semangat nasionalismenya berkobar menyala2 saat menyaksikan laga Timnas sambil minum Coca-cola n mampir sebentar di SPBU Shell untuk beli bensin dalam perjalanan pulang. Tapi sudahlah, orang punya cara masing2 menunjukkan nasionalismenya.

Seenggak pedulinya gw, gw tetep heran knapa Timnas harus pakai kostum Hijau-Putih lawan Korea Selatan nanti.

Apakah hanya karena Korea Selatan pake kostum Merah-Putih kita harus pake kostum Hijau-Putih? Lho, bukannya biasanya tim tuan rumah yg dikasih keleluasaan memakai Kaos Utama? Apa yang terjadi setelah gegap gempita nasionalisme?

Sepertinya, siapapun yang datang ke Stadion Gelora Bung Karno nanti sore dengan memakai kaos Merah-Putih akan dicap sebagai penggemar Korea Selatan, betapapun nasionalis pun dia. Atau kalo nasionalis pasti akan pakai Hijau-Putih? Atau karena nasionalis maka mengijinkan warna kebangsaan dipakai oleh kostum Tim Tamu?

Yeah, seperti kata Shakespeare, merah-kuning-ijo-biru, kalo sama2 mecolok mata, apalah arti sebuah warna?


nb: hmph, my laziness. update telat. FIY, tulisan ini ditulis tgl 16 Juli 2007

1 comment:

Mans said...

Hijau

hijau tanda positif, menurut pandangan banyak hal.
baik dari tanda lampu hijau tanda ok
hijau melambangkan keteduhan atau kedamaian,...
atau ada pandangan lain yang lainnya ....

terserah anda untuk menilainya....

......