Wednesday, October 10, 2007

7 Oktober 2007

Terbawa Civic 1990 tanpa tujuan
Pencakar langit bergumam dalam diam
Tak ada awan ketika kau membutuhkan
Bumi berputar dan aku pada porosnya

Jalanan tersendat terbenam anarki
Karat mengakar, tak terpisahkan dari otak bebal
Debu terkumpul pada kelopak mata
Semua orang terlalu sibuk memaki

Hujan musim panas tak kunjung tiba
Mengantarkan langkah ke tanah retak
Berhias rumput bermahkotakan Bougenvile tanah tetangga
Tak utuh berlapis keramik murah

Di sinikah kau tertidur?
Adakah sisa dari dirimu yang dulu?

Tak pernah ada Bougenvile yang gugur sia-sia

Bang Ben, aku merindukanmu

Mari menyeruput kopi
Mengisap aroma buah pikiran
Tersengat panas pisang goreng
Tergelak dengan apa yang kita lihat dalam cermin
Berbincang tentang mimpi di sepenggal jalan

Nyak banjir!!
Ya Allah!!

Jakarta kebanjiran
Di Bogor angin ngamuk
Rumah ane kebakaran
Gara-gara kompor mleduk
Ane jadi gemeteran
Wara-wiri keserimpet
Rumah ane kebanjiran
Gara-gara got mampet

Ati-ati kompor mleduk!!!

Aku tak pernah bisa menulis sebaik dirimu

No comments: