Friday, December 28, 2007

Angka-angka Merah dalam Catatan

Dua tahun terakhir ini gw selalu sebisa mungkin nyatet apa2 aja yang terkoreksi dari rekening gw. Mungkin gak isa seakurat catatan bank, tapi paling enggak gw udah usaha nyatet duid masuk n duid keluar. Feed back buat evaluasi keuangan akhir bulan. Mungkin berlebihan beli komik ato jajan di restoran junk food sebelah mana.

Yeah, dua kebiasaan buruk sudah gw sebutin. Lainnya adalah nonton film2 gak mutu, nongkrong bareng temen2, dan blanja2 gak penting lainnya. Parahnya adalah gw malah gak sering beli baju kantor, shoe polish, parfum, jaket, sabuk ato barang2 yang kliatannya dasar banget (basic necessity kata orang bule, maklum beda kantor beda pula adat kebiasaannya). Menariknya, ada faktor lainnya yang bikin angka dalam laporan neraca keuangan amatir gw merah.

Pengeluaran dasar bulanan gw adalah makan, transport, komunikasi dan kos (ngeri kalo ngeliat persenannya dari uang saku). Pengeluaran mendadak lainnya adalah ketika gw kudu dinas luar kota. Memang tidak harus bawa oleh2, tapi demi atas nama kesopanan dan pergaulan, gw kudu rela paling enggak bawa sebungkus dua bungkus makanan khas daerah setempat. Blom lagi ongkos transport dari dan ke bandara pulang pergi. Not to mention the airport tax. Hei, bukankah seharusnya ada yang namanya uang dinas? Yeah, benar. Tapi itu buat yang sudah punya nomor pegawai. Jangan lupa status gw masih siswa. Bold dan harus digarisbawahi.

Memang ada penggantian ongkos transport. Tapi perbedaan derajat dari pegawai tetap dan pekerja magang mempengaruhi segi pelayanan. Ada pula beberapa syarat yang “harus dikeluarkan” agar duid reinburst dapat keluar dengan cepat. Dinas gw bulan September lalu baru dapat dicairin bulan Desember. Bah! Seandainya saja orang2 di perusahaan yang kepengen menjadi world class company itu isa bekerja sesuai dengan deskjob-nya secara lebih pro.

Tarik nafas dulu buat ngelegain dada yang tiba2 sesak.

Jadi intinya adalah keuangan gw setahun ini adalah total failure alias f*cked up!

Duit tabungan yang gw kumpulin selama gw kerja di Jogja dalam setahun kini tinggal 50%-nya. Ok, mungkin karena gw kudu beli laptop (atas nama kelancaran mobilisasi plus meningkatkan prosuktivitas kerja) dan support Dedekecil yang juga lagi merintis karier di tanah rantau. Dari bisa nabung 50% dari duid gaji dalam sebulan (karena biaya hidup sangat, sangat, dan sangat murah di Jogja), sekarang gw cuma isa nabung recehan, katakanlah 3,7% dari sangu yang gw dapet setiap bulan.

Gw juga khawatir tentang kredit macet yang angkanya isa sampe delapan digit. Gw heran dari mana gw isa dapet duid segitu banyak n lebih heran lagi gw isa minjemin duid segitu banyak ke orang2. Seperti ada tulisan “ORANG TOLOL YANG RELA NGELUARIN DUID KE ORANG YANG BENER2 BUTUH ATOPUN ORANG YANG COBA MAU TIPU2” di kening gw. Kalo dipikir-pikir, mungkin juga “TARIK TUASNYA, DUID KELUAR, ANDA GAK HARUS KE LAS VEGAS”, ato “PECAHKAN PANTATNYA, KOREK2 DAN ANDA LANGSUNG DAPAT CASH”.

Geez, jadi panjang dan lebar curhatnya.

Gw masih muda, jalan gw gak mudah n masih sangat panjang. Kembali sekolah, ngeliat dunia, bikin usaha disain sendiri, settle down, beranak, ngebangun sarang untuk keluarga kecil, untuk kemudian bahagia sampai akhir masa. Simple but breathe taking.

Materi memang penting, tapi bukan segalanya. Semoga masih ada waktu buat nata kembali semua yang udah terjadi.


Come to think of it, it’s like a New Year resolution to me.…

Thursday, December 27, 2007

Bisul Itu Pecah Sudah

Lega sudah. Akhirnya Kertas Kerja Wajib gw kelar juga. Hasil dari kerja kejar tayang bisa diperkirakan sebelumnya. Ancurrrrr. Sempet ngira proyek ini bakal selesai jauh sebelum deadline, tapi justru pas hari H gw sempet kelimpungan nyari tanda tangan Ari-sensei sampai ke Ciganjur. Untungnya keterlambatan pengumpulan setengah jam masih ditolerir.

Jadi, apalagi sekarang?

Sekarang siap2 bikin laporan mingguan yang udah 2,5 bulan gak kegarap. Trus bikin presentasi Kertas Kerja Wajib. Trus nunggu “urut kacang” buat dipanggil satu2 masuk ke asrama lagi. Sigh, sepertinya sudah ada rel lurus yang nunjukin jalan.

Ke mana rel lurus ini bakal berakhir?

Stasiun baru? Persimpangan entah ke mana? Atau bakal nuntun sampai gw nemu ujung pangkal dari semua ini?

Apa gw bakal suka dengan akhir dari semua ini? Akhir? Kenapa mengkhawatirkan akhir ketika mulai saja belum?

Ah, t @ i k. Selalu berakhir dengan pertanyaan.

Meet Igor!

If the GIS were the monster, Ari-sensei was Professor Frankenstein n I was Igor, the faithful servant. Igor doesn’t have to know what the Professor is doing. He just provides all things that are needed by the Professor. Whether it’s a wrench, a nail, a needle to stitch, coordinate values, or just a sales record.

“It’s alive, it’s alive!!”

Monday, December 17, 2007

wise guy says

love relationship is almost the same as opium: it slowly puts you to sleep, it soothes you, and gives you the illusion of sureness and security

terantuk soma pada gendang telinga.

sumber: www.wikipedia.com

Thursday, December 13, 2007

try, try, try

menatap mary-star berlama-lama. pikiran gw beratus kilometer dari ruang tempat gw mematung. kantuk lebih perkasa malam ini. gw bermimpi dalam nina-bobok para labu.

Pop tart
What's our mission
Do we know
But never listen
For too long
They held me under
But I hear
It's almost over
In Detroit
On a Memphis train
Like you said it's
Down in the heat and the summer rain of
The automatic gauze of your memories
Down in the sleep at the airplane races
Try to hold on
To this heart
A little bit longer
Try to hold on
To this love aloud
Try to hold on
For this heart's
A little bit colder
Try to hold on
To this love
Paperback scrawl your hidden poems
Written around the dried out flowers
Here we are still trading places
To try to hold on
Pop tart
Can you envision
A free world
Of clearer vision
For too long
They held us under
But I know
We're getting over
In Detroit
With the Nashville tears
Like you said it's
Down in the heat with the broken numbers
Down in the gaze of solemnity
Down in the way you've held together
To try to hold on
To this heart
A little bit closer
Try to hold on
To this love aloud
Try to hold on
For this heart's
A little bit older
Try to hold on
To this love aloud
And we are still alive
Try to hold on
And we have survived
Try to hold on
And no one should deny
We tried to hold onto the pulse of the feedback current
Into the flow of encrypted movement
Slapback kills the ancient remnants
That try to hold on
Try to hold on
To this heart alive
Try to hold on
To this love aloud
Try to hold on
And we are still alive
Try to hold on
And we have survived
Try to hold on
Pop tart
You never listen
Skinned knees
Try to hold on
Stop start
What's our mission
Skinned knees
Try to hold on


sumber: www.sing365.com

Wednesday, December 12, 2007

one liner

sometimes i just DON'T understand...