Monday, February 18, 2008

Sepiring Mendoan dan Kecap Lombok

Ajakan Bapak n Ibu untuk berkunjung ke rumah Bulik (adik perempuan Bapak) di Cilacap gw sambut antusias. Hehehe, soalnya emang udah lama gak ketemu Bulik. Selain itu, gw pikir ini adalah kesempatan untuk napak tilas mengunjungi tempat leluhur gw, tanah Banyumas.

Berangkat pukul delapan pagi, kami sampai di Cilacap pukul dua siang, tepat pada saat makan siang. Saat yang paling tepat untuk memulai napak tilas. Ya, napak tilas kuliner lokal. Di atas meja itu memang tak banyak pilihan, tapi menu yang disajikan benar2 membuat dahaga ini terpuaskan. Terhidang sayur jantung (bunga pisang yang masuh kuncup), sayur lodeh, sambal tomat, dan ayam goreng. Nyam, nyam, menu luar biasa yang gak bakal isa mudah ditemui di Semarang, apalagi di Jakarta. Apalagi dimasak dengan teknologi sederhana oleh koki setempat, inilah yang dinamakan masakan asli. Otentik!

Tetapi yang gw tunggu baru disajikan keesokan harinya. Saat embun masih bergelayut di ujung daun, disajikanlah makanan kesukaan gw. Tempe mendoan n kecap lombok. Betapa nikmat dunia ini terasa. Kalo merasa kecanduan gorengan di pinggir jalan, jangan keburu2 nyebut tempe goreng itu adalah tempe mendoan. Yang dijual oleh tukang gorengan itu tak lain adalah tempe kemul terigu (tempe dibalut terigu), bukan tempe mendoan.

Tempe mendoan adalah tempe yang dihasilkan oleh fermentasi kedelai lokal. Bentuknya tidak akan bagus jika memakai kedelai impor yang berbiji besar2. Biasanya hanya terdiri dari satu lapis kedelai yang difermentasi sehingga menghasilkan tempe yang benar2 tipis. Tempe mendoan tak pernah mengenal sayatan pisau. Biasanya dibungkus oleh daun pisang yang dibebat dengan serat bambu. Tempe mendoan pantang dibungkus dengan plastik. Adonannya pun menggunakan tepung beras dan tepung gandum dengan takaran tertentu sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan kenyal. Penambahan rempah2 dan potongan daun bawang pada adonan akan menambah legit pada setiap gigitan. Ketika dimakan bersama kecap lombok, rasanya dada ini pecah dengan kegembiraan yang meletup2. Akhirnya cemilan sebelum makan pagi itu pun merusak selera sarapanku.

Rasanya nyesel udah ngegadaiin perut ke pelukan pizza, kentang goreng, sosis, dan ayam goreng tepung.

2 comments:

yuka said...

Pa dhe....kapan dikau ke cilacap. Bukannya dikau ke cilacapnya udah lama? Kox baru dipublish sekarang?

matahari said...

sori, gak update soalnya. tapi tetep nulis di laptop kok. tersimpan rapih, cuma blom di publish.