Tuesday, March 25, 2008

Empat Buku, Cinta Lama Bersemi Kembali


Kemaren Sabtu gw n Kecil ke Karawaci, Tangerang karena ada acara kumpul2 di tempat Mas Diro. Dimeriahkan oleh penampilan artis dari Keluarga Besar Siswodharsono, makanan melimpah, anak2 kecil yang berlari2, dan tak ketinggalan pula buku besar Silsilah Keluarga Besar Siswodharsono sebagai pegangan wajib. Acara senang2 yang melelahkan itu berakhir tengah malam ketika semua sodara pulang berbekal bungkusan jamuan, cinderamata, (sebagian) lebih kaya sekian ratus ribu krn narik arisan dan (yang lainnya) harus merelakan dompetnya menipis membayar uang iurannya.

Tapi gw gak ngomongin tentang acara itu. Gw pengen ngomongin keesokan harinya, hari Minggunya.

Pagi itu kami sarapan dan mandi pagi cepat2. Pasalnya, putra bontot Mas Diro, Ganis, manggung bersama bandnya di BSD Junction untuk mendapatkan tiket kompetisi di acara sekolahnya. Kehebohan pagi2 yang disusul dengan kepanikan krn sampai dipanggil oleh pembawa acara, Ganis dan kawan2 blom nongol juga. Untunglah tepat saat juri berpikiran untuk mendiskualifikasi, anak2 itu berhamburan ke atas panggung dan menunjukkan kebolehan mereka bermusik. Memang boleh juga.

Tapi gw juga gak mau ngomongin tentang musik anak2 tanggung itu. Gw pengen ngomongin pameran buku yang digelar di sisi lain hall utama BSD Junction, Gelar Buku Gramedia 10% off. Sama dengan potongan harga yang gw dapetin dengan nunjukin ID-card Kompas waktu beli buku di Gramedia lebih setahun silam.

Karena kali ini gak usah pake ID-card yang udah gak gw miliki, gw jadi gelap mata. Agak kecewa krn gak banyak ‘buku bagus’ yang digelar, tapi tetep aja gw nyisir rak satu demi satu. Ngiler liat Taiko, pengen beli koleksi buku petualangan (gw lupa judulnya), gak jadi beli Elder krn gak ada Eragon, dan akhirnya mata gw tertuju ke tumpukan buku anak2. Empat buku berwarna cerah dengan nama paten di sampul bukunya, Tony Wolf. Ah, gw nemu harta karun!

The Farm, The Sea, The City, n Woodland adalah beberapa karya2 terbaik Tony Wolf (ato mungkin juga karena gw jatuh cinta sama infografik, gw jadi nge-fans berat?). Buku2 ini merupakan buku anak2 berwarna yang menceritakan persis seperti judulnya dengan bantuan ilustrasi yang lucu.

Gw kenal (karya) Tony Wolf belasan tahun silam, saat gw berlibur ke tempat Pakdhe Amin di Jogja. Yang gw suka dari rumah Pakdhe adalah ruangan2nya yang luas dan koleksi2 bukunya yang banyak n tersimpan dalam rak lemari yang besar2. Buku2 yang gak bakal sanggup dibeli Bapak-Ibu; biografi pahlawan nasional, seri ensiklopedi, seri Indonesia Merdeka, seri ketrampilan tangan, dan buku2 lainnya yang gak boleh dibeli kecuali membeli keseluruhan seri dalam satu kali transaksi. Tampak indah mentereng karena urutan gambar yang ada di punggung cetakannya berderet2 ketika disusun. Gw suka sekali menghilang dalam keramaian perpustakaan Pakdhe. Diantara deretan buku itu terdapatlah seri Binatang Hutan dan Bajang yang berisi cerita kehidupan binatang hutan, peri ajaib, penyihir, raksasa dengan gambar2 yang menakjubkan goresan tangan Tony Wolf.

Sejak saat itulah gw menahbiskan diri sebagai pecinta karya Tony Wolf. Hutan itu adalah salah satu tempat gw melarikan diri. Berteduh dalam rumah berbentuk jamur sambil meminum coklat panas di bawah rintik hujan, memanen kacang polong, mengendus2 bersama tikus pondok, dan menebar serbuk ajaib bersama penyihir hutan yang baik hati. Tempat gw gak mau tumbuh dewasa. Neverland gw. Sanctuary gw.
Harganya? Ehem, walopun diskon 10%, gw kudu rela ngerogoh kocek dalam2 buat nebus empat buku tersebut. Terbilang minus Rp 248.400,- pada rekening tabungan gw. Alamak, harga yang harus ditanggung demi kecintaan pada karya seseorang.

1 comment:

matahari said...

hehehe, ini juga hampir rebutan sama cucu gw (si Kapila - cucu kakak sepupu) ;))