Thursday, April 10, 2008

Bali, Bali, Bali!!

Salah satu alasan Sunshowers lama gak ada update-an selain kemalasan gw adalah gw kudu ke Bali untuk rapat yang diadain di The Patra Bali; Resort & Villas, Bali. The Patra Bali ini berada di dekat Bandara Ngurah Rai, tepat di sebelah DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Ngurah Rai, dan di pinggir pantai yang terhubung langsung dengan Pantai Kuta yang hanya berjarak 20 menit jalan kaki menyusuri pantai dari belakang hotel.

Beruntungnya gw yang blom melakukan reservasi sebelumnya, kamar gw terpaksa di-upgrade dari tipe deluxe ke tipe studio. Tarifnya gila. Tipe deluxe “cuma”
$200/malam sedangkan tipe studio $250/malam. Tanpa dibayarin kantor, mimpi aja gw gak berani nginep di sini. Lumayanlah, dibayarin kantor buat nginep dari Minggu sampai Jumat (itu enam hari, brarti 6x$250 = $1500 = 1500xRp 9.800,- = Rp 14.700.000,-). Nolnya banyak banget. Gw rela nginep di tempat sodara ato hotel ecek2 asal duid penginepan tadi dikasih mentahannya.

Pemandangan Belakang Kamar


Huahahahaha, jumlah biaya enam hari nginep bahkan lebih gede dari dua kali pendapatan gw tiap bulannya.

Kamar gw berada di paling ujung belakang hotel. Itu berarti kamar gw berhadapan dengan pantai secara langsung dan tiap hari gw memandangi lautan n menikmati matahari terbenam Bali yang terkenal itu. Hidup terasa tenang dan damai. Kalo lagi di kamar, gw paling seneng ngebuka pintu geser kamar agar hawa laut n hangat matahari masuk lewat celah2 daun kelapa.


Sunset

Tetapi masih ada pemandangan lain selain pemandangan surgawi belakang kamar. Pasalnya, menurut kakak ipar gw yang bekerja di DPPU Ngurah Rai, sebelah kamar gw di balik tembok pagar hotel, terdapat tampungan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) DPPU Ngurah Rai. Artinya itu adalah limbah buangan yang beracun n berbahaya bagi lingkungan. Serta tentu saja DPPU itu punya beberapa tangki timbun, dan bukan kejutan pula kalau tangki timbun tersebut berdiri gak jauh dari kamar gw. Atap tangki timbun akan kelihatan jika gw berdiri di tembok taman. Berita yang agak menenangkan adalah bahwa K3LL (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan) DPPU Ngurah Rai sudah bersertifikat ISO n kenyataan bahwa avtur(1) mempunyai flash point(2) yang tinggi.

Surga dan neraka memang tipis bedanya.

Selain rapat, agenda gw selama di Bali adalah tur de family (ke rumah Pak Dhe (kakak Kanjeng Ibu), ke rumah kakak sepupu (anak Pak Dhe), n ke rumah kakak ipar (yang kerja di DPPU tadi, suami anak perempuan kakak Kanjeng Ibu)), ketemuan sama Restless Melanie (temen lama, anak Freakschool), jalan2 ke Kuta, makan di pinggir Pantai Jimbaran, ngelongok Tanah Lot, n gak lengkap kalo gak blanja di Pasar Seni Sukowati.


Menu di Jimbaran

Oleh2nya? Cerita n foto di blog aja kali, ya? Huehuaheuaheuaheua…..

Pasar Seni


Keterangan:
(1) Avtur (aviation turbine) : termasuk dalam spesifikasi kerosene, di Indonesia lebih terkenal dengan nama Minyak Tanah, banyak dipakai untuk bahan bakar kompor dapur, flash point minimal: 38o Celcius atau 100o Fahrenheit
(2) flash point (titik nyala) : suhu terendah ketika uap bahan bakar yang perbandingannya telah cukup dengan udara akan menimbulkan nyala api (menurut uji Abel)

1 comment:

ayumi said...

Nice article


Visit: http://www.tanahlot.net