Thursday, April 10, 2008

Fancy for a Sushi or Two?

Matahari : “Do you have an empty space for a sushi or two?”
Restless Mell : “Do you mean an empty space in my stomach? Of course I have!”

SMS tadi berarti tanda jadi untuk mencoba sebuah restoran sushi kecil di Legian, Bali, yang lain hari direkomendasiin sama Restless Mell, temen Freakschool yang saat ini cari penghidupan di Bali. Yang bikin gw tertarik adalah promosi Mell bahwa harga satu sushi set hanya berbanderol Rp 45.000 aja. Bahkan di negeri asalnya, sushi bukanlah makanan yang murah karena kesegaran bahan2nya harus dijaga benar2.

Sushi Set

Begitulah, obrolan mengalir begitu saja ditemani berpiring-piring sushi, sake, ocha, gohan, n mie soba. Sampai pada saat kita sadar bahwa restoran itu memutar Degung, gamelan Sunda, sebagai latar pembangkit suasana di tempat itu. Jadilah hari itu kami makan sushi, dengan background Degung, di Legian, Bali.

Selamat datang globalisasi.

3 comments:

pelangi said...

Sake? pake alkohol kan? (sorry, kalo muslim ga bisa dong? haram kan?)

matahari said...

hehehe, sake kan yg minum temen gw. sushinya "katanya" sih bebas dari sake.

Ipoul Bangsari said...

hampir semua makanan jepang itu rasanya aneh. berkali-kali nyoba tapi ga doyan juga. ndeso ya biarin. hahahaha