Tuesday, April 01, 2008

(Sekali Lagi) Ayat-ayat Cinta

Kalo gw review Ayat-ayat Cinta (AAC) di sini, pasti akan terlihat seperti manfaatin apa yang sedang marak untuk kepentingan statistik blog. Capek ngeliat pro-kontra panjang lebar di forum-forum n blog-blog tetangga. Apresiasi kok didekati dengan benar ato salah?

Bagi yang nge-fans sama AAC (baik film maupun novelnya) dan semua buah karya Habiburrahman El Shirazy, gw saranin buat nambah perbendaharaan pustaka dengan ngebaca Tenggelamnya Kapal Van der Wijk karya Buya Hamka, Robohnya Surau Kami karya AA Navis, Antara Wangon-Jatilawang karya Ahmad Tohari, ato buah karya Musthofa Bisri. Setelah itu mari kita ngobrol tentang karya sastra Islami dalam perbincangan hangat dalam balutan aroma kopi hitam.

2 comments:

kw said...

ayo-ayo... dimana kapan? aku sudah lupa cerita tenggelamnya kapal van dervick... dan belum abca novel ayat2 cinta. udah nonton filmnya sih, meski cuman sampai fahri di penjara.. pulang ga betah heheh

matahari said...

hayuuuuukkkkk....