Friday, September 26, 2008

dari Kwitang ke Semarang

Hari terakhir bekerja di penghujung Ramadhan. Tinggal menunggu beberapa jam sebelum keberangkatan ke kampung halaman. Pikiran udah gak konsen ke pekerjaan. Ada beberapa surat yang harus ditindak lanjuti. Tapi pikiran gw lebih asyik berkelana ke ”Apa yang bakal gw lakuin nanti di rumah” atau ”Gimana reaksi Bapa-Biyung?” atau ”Mau ngapain aja sama Bapa-Biyung selama liburan?”.

Ah, pengen cepet2 sampe rumah mungil di pinggir kali. Membuka pintu jati dan berteriak, ”Assalamualaikum!!”

sahur dalam sms

SMS yg aneh dari dedekecil waktu gw coba ingetin dia buat sahur.


Sahur, Sahur...
Sayur, sayur...
Kalo sahur jangan lupa pake sayur
Jangan sahur di tempat tidur
Apalagi di atas kasur
Ayo segera ke dapur terus sahur
Baru lanjutin tidur


lha, sholat Subuhnya kapan? Huehuehuehuehehu...

Tuesday, September 23, 2008

ketawa sore hari

matahari: lebaran sebentaaaaaaaarrrrrrrrr lagi :D :D
mia: SENANGNYA YANG PULKAM
matahari: ihhh, hirooooooo (ngeliat avatar yg bergambar anak mia yg baru berusia 5 bulan bugil abis mandi)

matahari: lu gak balik?
mia: gak lon,
mia: kasian hironya
mia: takute macet ntar dia kecapean di jalan
matahari: iya sih
matahari: naik pesawat aja
mia: halah!
mia: bertiga berapa???????
matahari: tergantung, mau turun di bandara ato turun di tengah jalan?
matahari: wokwokwokwowkokwokwowkow =)) =))

Tuesday, September 09, 2008

Gw dan Disain Grafis

Bermula dari disposisi Boss Besar yang (hanyaTuhan yang tahu dari mana “transformasi” ini bisa dimulai) langsung nunjuk ke bagian gw untuk bikin kerjaan tahunan yang menjadi sangat penting di Indonesia, terutama Jawa. Setiap tahunnya, menjelang Ramadhan berakhir dan beberapa minggu setelah itu, mudik selalu menjadi fenomena besar. Karena bagian gw ngurusin peta-petaan, makanya langsung tunjuk hidung bahwa tahun ini jalur mudik harus dapat di-akses secara on-line.

Jadilah beberapa minggu ini gw ngiter antara Jakarta-Bandung buat konsolidasi bikin situs jalur mudik. Sementara program diolah, cara mengemas peta dalam situs juga harus dipikirkan. Atas inisiatif sendiri krn kepepet, gw akhirnya ngoprek adobe illustrator dan sotopop lagi untuk bikin layout web-nya. Keknya idup gw emang ga boleh jauh2 dari dua piranti lunak ini. Apa mungkin harus dilengkapi dengan dreamweaver? Lengkap sudah penderitaan ini.

Oioi, gw pemasar retail neeeeeeeeh!?!? (apakah nanti bakal balik lagi ke desain? Hikhikhik, tunggu saja tanggal mainnya).

Ah, apapun itu, gw dengan bangga mempersembahkan Info SPBU Jalur Mudik 2008. Silakan akses, mohon kritik dan saran.

Tuesday, September 02, 2008

Sesedih Judulnya

Dini hari 11 Agustus 2008, gw terbangun krn ada SMS masuk ke inbox. Gw lirik jam pada pojok layar ponsel, masih pukul 3:40. Gw pun memutuskan untuk terlelap lagi, tak kuasa menahan kantuk malam itu.

Baru esok pagi gw buka SMS tersebut. SMS dari Oyabun Ray untuk semua anggota grup Komikers rupanya. Sepenting itukah sehingga harus mengirim SMS pada dini hari? Segera gw puaskan rasa ingin tau gw.

Hai, teman2. Hari ini komikers telah resmi dibubarkan! Saya Rayteda memohon maaf sebesar2nya jika ada kesalahanselama 5 tahun terakhir ini ^__^ saya berterima kasih sebanyak bintang di langit untuk pertemanan kita selama ini, team work, dan segalanya! Tentunya nanti kalau ada royalty masuk akan saya kabari! (beserta scan bukti terima royalty, tlg sms alamat email kalian dan no rekening, ya!). teruskan perjuangan kalian di komik, guys. Semoga suatu (hari nanti) kita bisa bertemu lagi sejajar sebagai sama2 komikus! Okay! Gutlak dan tengkyu…. Buat teman2 yang masih jalan project-nya, pastinya nanti masih saya bantu ^__^

PS: tolong teman2 yang lain dikasi tau, yah! Dan juga, mulai beberapa hari ke de[an, e-mail Komikers, Yahoo Messenger, website, dan nomer HP ini sudah tidak saya pakai lagi, nanti kalau saya sudah menemukan nomer yang bagus akan saya kabari lagi hehehe…

See you!

Best regards – RaytedA/AdetyaR

FAQ: rayteda@yahoo.com , friendster.com/komikers, komikers.deviantart.com

Sangat gamblang dan jelas. Komikers bubar jalan. Setelah menjadi saksi pecah kongsi lima tahun silam, gw harus menjadi saksi tenggelamnya Komikers. Gw sendiri memang gak isa jadi artis yang baik. Gak produktif sama sekali sejak empat tahun yang lalu. Mungkin inilah yang terjadi pada banyak artis Komikers. Apalagi tersiar kabar bahwa Elexmedia Computindo enggak lagi terima naskah anak2 negeri sendiri. Gw bayangin Oyabun Ray harus menghadapi halangan dan rintangan macam ini. Belum lagi ancaman pecah kongsi dengan artis Komikers sendiri.

Well, gudluk Oyabun Ray. Mungkin gw gak isa nemenin jalan lo, tetapi gw tunggu elo di padang rumput Prontera. Di mana kita isa pergi ke mana saja, seiring angin Midgard berhembus.