Tuesday, September 02, 2008

Sesedih Judulnya

Dini hari 11 Agustus 2008, gw terbangun krn ada SMS masuk ke inbox. Gw lirik jam pada pojok layar ponsel, masih pukul 3:40. Gw pun memutuskan untuk terlelap lagi, tak kuasa menahan kantuk malam itu.

Baru esok pagi gw buka SMS tersebut. SMS dari Oyabun Ray untuk semua anggota grup Komikers rupanya. Sepenting itukah sehingga harus mengirim SMS pada dini hari? Segera gw puaskan rasa ingin tau gw.

Hai, teman2. Hari ini komikers telah resmi dibubarkan! Saya Rayteda memohon maaf sebesar2nya jika ada kesalahanselama 5 tahun terakhir ini ^__^ saya berterima kasih sebanyak bintang di langit untuk pertemanan kita selama ini, team work, dan segalanya! Tentunya nanti kalau ada royalty masuk akan saya kabari! (beserta scan bukti terima royalty, tlg sms alamat email kalian dan no rekening, ya!). teruskan perjuangan kalian di komik, guys. Semoga suatu (hari nanti) kita bisa bertemu lagi sejajar sebagai sama2 komikus! Okay! Gutlak dan tengkyu…. Buat teman2 yang masih jalan project-nya, pastinya nanti masih saya bantu ^__^

PS: tolong teman2 yang lain dikasi tau, yah! Dan juga, mulai beberapa hari ke de[an, e-mail Komikers, Yahoo Messenger, website, dan nomer HP ini sudah tidak saya pakai lagi, nanti kalau saya sudah menemukan nomer yang bagus akan saya kabari lagi hehehe…

See you!

Best regards – RaytedA/AdetyaR

FAQ: rayteda@yahoo.com , friendster.com/komikers, komikers.deviantart.com

Sangat gamblang dan jelas. Komikers bubar jalan. Setelah menjadi saksi pecah kongsi lima tahun silam, gw harus menjadi saksi tenggelamnya Komikers. Gw sendiri memang gak isa jadi artis yang baik. Gak produktif sama sekali sejak empat tahun yang lalu. Mungkin inilah yang terjadi pada banyak artis Komikers. Apalagi tersiar kabar bahwa Elexmedia Computindo enggak lagi terima naskah anak2 negeri sendiri. Gw bayangin Oyabun Ray harus menghadapi halangan dan rintangan macam ini. Belum lagi ancaman pecah kongsi dengan artis Komikers sendiri.

Well, gudluk Oyabun Ray. Mungkin gw gak isa nemenin jalan lo, tetapi gw tunggu elo di padang rumput Prontera. Di mana kita isa pergi ke mana saja, seiring angin Midgard berhembus.

No comments: