Friday, October 03, 2008

Salam dari Depan Pintu

Satu jam terombang-ambing dalam kabin Mandala bikin gw terus mikirin rumah. Gw tepis pikiran2 buruk yang ada di kepala. Gw coba ngasih sugesti positif. Rasa lega menyeruak ketika gw liat kunang2 Semarang mulai menari di kegelapan dari balik jendela.

Kaki gw seakan gak nginjek runway yang basah oleh sisa air hujan. Gw terlalu bersemangat untuk segera sampai di rumah. Sesegera roda2 taksi menggilas aspal menepikan malam.

Gerombol Pacar Banyu, Adenium, Tapak Dara, dan sebuah pintu jati di balik rumpun Melati hiruk pikuk di pelupuk mata. Ada cinta menunggu di balik sana.

“Assalamualaikum!”

No comments: