Friday, December 12, 2008

Mendhoan for Everybody

Salah satu oleh2 yang gw bawa dari Semarang waktu balik ke Jakarta adalah resep mendhoan dari Bapak yang sudah lama gak gw cicipin. Maksud hati sih pas mudik mau minta dibikinin mendhoan, apa daya waktu dan kesempatan ga berpihak ke gw karena Ibu sudah sibuk dengan segala persiapan Lebaran. Jadinya Bapak ngebawain resep mendhoan biar gw isa bikin sendiri kapan pun gw pengen mengingat di kosan tersedia dapur lengkap dengan peralatan masaknya. Nah, silakan mencatat, print screen, ato co-paste resep berikut ini.


Resep Mendhoan

Mendhoan diambil dari kata “mendho” yang berarti setengah (matang) tetapi sebenarnya sudah matang. Bila digoreng kering disebut kripik.


Bahan2:

1. Tempe usahakan menggunakan tempe tipis yang satu bungkus hanya berisi satu tempe. Bila menggunakan tempe tebal, iris tipis2.

2. Tepung – gunakan tepung terigu, tepung beras, tepung kanji, atau campuran dari tepung2 tersebut

3. Minyak goreng

4. Bumbu – daun bawang diirs tipis2, ketumbar, jinten, bawang putih, garam (terserah menurut selera)


Cara menggoreng:

Bumbu2, tepung, dicampur dengan air secukupnya sampai kental. Tempe dicelupkan ke dalam adonan. Kemudian goreng ke dalam wajan dengan panas tertentu. Sebelum matang benar, angkat mendhoan. Mendoan siap disajikan dengan kecap plus potongan cabai.


Hehehe, kalo diliat memang resepnya sama sekali gak ada takarannya. Memang dibutuhkan kreatifitas dan cita rasa sendiri untuk membuat masakan lezat. Jadi feel free aja untuk memasak. Mungkin ini yang menyebabkan masakan Ibu pasti merupakan masakan yang paling lezat di dunia.


Mendhoan Banyumasan pada saat hujan2 kek gini selalu membawa romantisme sendiri. Ada yang mau nyoba bikin mendhoan?


Catatan kecil:

Percaya gak percaya, pada pagi harinya setelah semalam nulis postingan ini, gw menemukan setumpuk mendhoan di kantin belakang waktu sarapan. Hehehe, ternyata hanya masalah rajin mencari dan rajin pasang mata untuk menemukan mendhoan di ibu kota ini.

5 comments:

Ipoul Bangsari said...

wah, mbok mendoane dibawa ke BHI. :P

matahari said...

wahahaha, mari-mari. mendhoan hangat untuk nyemil di sore yg dingin. mak nyuuussss.....

yogie said...

ah saia udh lama ga mkn mendoan...

*kangen*

JelajahiDuniaeEly said...

mendoan paling enak kalo bikin sendiri, terjamin semuanya

Luthvi said...

uah...akhirnya beli juga...

tuh katanya dah bisa bikin, ternyata masih butuh resep dari eyang kan????

Brarti gada yang praktis kan??? Dengan bumbu yang dah di campur tinggal tambah tepung and air.

Trus jadi ga kiriman mendoannya dari cilacap???

(sedihnya aku lagi batuk ga boleh makan gorengan apalagi mendoan T_T)