Friday, January 23, 2009

Jual Bensin Murni

Sekilas gw liat iklan tivi di kamar temen (maklum ndak punya tivi, kalo mau nonton kudu ngemper di tempat orang), iklan mie instant dalam kemasan gelas. Iklan dengan model ganteng dan cantik yang tersenyum senang, menari2, serta dikatakan banyak mengandung vitamin dan mineral dengan menampilkan daftar berderet secara gamblang.


Gak ada yang salah sih sama iklan itu. Gw cuma inget aja sama produk yang perusahaan gw jual. Haha, mungkin emang terlalu jauh membandingkannya, kata orang Jawa “enggak apple to apple”. Tetapi cobalah bertahan membaca sampai postingan selesai.


Produk perusahaan dijual di lebih dari 4.000 outlet di seluruh Indonesia, dari ujung Sabang sampai ke pelosok Merauke. Mempertahankan mutu produk memang tidak boleh ditawar, gak ada alasan untuk menyerahkan produk yang off specification (ofspek) ke konsumen dengan alasan distribusi yang seperti benang kusut ato apa sajalah. Produk perusahaan yang satisfaction guaranteed (lolos uji produk, quality control plus quantity control (QQ) yang udah diakui perusahaan pesaing sejenis, dan macam2 lainnya) saja banyak yang masih dikomplain. Bahkan sudah ada positioning jelek di dalam kepala konsumen. Malah ada yang langsung apriori terhadap produk yang dijual.


Memang agak sedikit rumit untuk memperlihatkan bahwa produk yang kami jual itu cacat produksi. Gak seperti buah semangka yang kalo ditekan benyek brarti udah busuk, ato pisang yang sudah coklat brarti sudah kadaluarsa, ato daging yang berbelatung berarti udah layak untuk dikuburkan, produk kami baru isa dikatakan ofspek jika udah diuji laboratorium. Paling enggak pake uji berat jenis secara sederhana pake tabung reaksi. Sedangkan untuk kualitasnya harus juga dibuktikan pake alat ukur yang udah ditera pihak yang berwajib. Hah, susah, ya?


Intinya adalah jangan apriori dulu karena kami selalu mengupayakan hal yang terbaik untuk kepuasan konsumen (halah pesan sponsor beneran).


Tetapi bagaimana kalo dibanding sama mie instant kemasan gelas yang kaya bumbu monosodium glutamate, bergelimang saturated fat, penuh dengan bahan pengawet, dan baru boleh dikonsumsi setelah terlebih dahulu merendam mie dalam kemasan sterofoam dengan air panas ± tiga menit yang dari kedengarannya aja sudah mengerikan? Bertekuk lutut, menyembah, menghamba, seperti tanpa ada perlawanan dan pertahanan yang berarti, tetap saja gw amati dari tiap kesempatan ngantri di kasir convenience store, banyak yang membawa produk2 mie instant tersebut dari rak asalnya kembali ke dapur mereka.


Agaknya menempelkan beberapa jenis vitamin (entah benar ada ato tidak) di dalam iklan mereka sudah menjadikan produk tersebut punya positioning sendiri di kepala konsumen. Seperti menyebut bahan2 yang entah memang manjur membersihkan ato tidak di produk sabun cuci, seperti menyebut bahan2 yang semestinya secara alamiah ada di tiap susu segar pada kotak produk susu formula (akhirnya juga diketahui bahwa salah satu yang gak ditulis adalah melamine), seperti menciptakan istilah2 ilmiah yang di-endorse dokter pada produk2 pasta gigi, seperti menuliskan latté untuk menyebut kopi pake susu, sepertinya, memang perlu memberikan label pada produk agar menancap di kepala konsumen.


Haha, jika ditulis “Di Sini Jual Bensin Murni; Mengandung Gizi, Vitamin, dan Mineral” akan semakin banyak konsumen yang datang apa gak ya?

Tuesday, January 20, 2009

Selamat Tahun Baru 2009

Srooooottttt….


Jangan salah, itu tadi SFX (sound effect – kangen gw nulis SFX :P) lendir yang gw keluarin lewat idung. Rock & roll dari sejak akhir tahun, keadaan pikiran yang kalut sama kerjaan, serta hawa dingin akibat hujan yang terus-menerus turun di Jakarta bikin kondisi gw gak sehat. (sial, gw narik tissue terakhir dari kotaknya untuk buang ingus). Ya sebisa mungkin membuka tahun baru ini dengan optimistis. Bahwa hari esok pasti harus lebih baek dari hari yang udah lalu.


Thx buat Kecil (00.00), Dedekecil (00.00), Nok Penk (00:03), Oyabun Ray (00:07), Dek Lulut (00:16), Regina+Felix+Vincentkecil (06:14), Mbak NUR (08:11), Yenkumi (08:24), Dodiek (08:37), Ardo+Rini+Raka+Adsyla (11:29) <<< bawa pasukan


Thx juga buat temen2 lainnya yang udah susah payah mencet tombol ponsel dan buang pulsa buat gw. Terharu…


Tak beda dari tahun2 sebelumnya, tahun ini pun gw ngelewatinnya dengan ngendon di rumah. Mending becanda2 sama Bapak-Ibu di rumah yang hangat sambil nonton tivi dan makan klepon bikinan tadi sore daripada klayapan ga jelas. Hahaha, itu juga tahun barunya sapa? Kepengenan cuma tinggal kepengenan. Tahun baru ini gw lewatin sambil bikin kerjaan yang harus diselesaikan tanggal 1 Januari 2009 (akhirnya gw tau kalo deadline-nya mundur). Walhasil, gw cuma isa muter2in Ibu ke Carrefour, ngider ke rumah Budhe di Kepatihan, sama beli oleh2.


Benar, karena tanggal 2 sore gw harus cabut ke Jakarta lagi demi bela2in jaga kantor krn kena giliran satgas. Padahal libur masih puuuaaaanjaaaaaaang.


Kangen Semarang