Monday, February 09, 2009

Suci dalam Debu

Kata “suci” Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:
1. bersih (dl arti keagamaan, spt tidak kena najis, selesai mandi janabat);
2. bebas dr dosa; bebas dr cela; bebas dr noda; maksum;
3. keramat;
4. murni (tt hati, batin); bebas (lepas)

ber•su•ci v 1 membersihkan diri (sebelum salat dsb); 2 hidup suci (saleh);
 me•nyu•ci•kan v membersihkan (batin, hati, dsb); memurnikan; menguduskan;
 per•su•ci•an n 1 perihal bersuci; 2 penyucian;
 pe•nyu•ci•an sesuatu yg dapat dipakai untuk menyucikan;
 pe•nyu•ci•an n proses, cara, perbuatan menyucikan (jiwa, jasmani, dsb);
 ke•su•ci•an n kebersihan (hati dsb); kemurnian

Dari ensiklopedia online didapat arti kata “holy” sebagai kata dalam bahasa Inggris yang mempunyai nilai rasa hampir sama dengan “suci”:

1. Set apart to the service or worship of God; hallowed; sacred; reserved from profane or common use; holy vessels; a holy priesthood. ``Holy rites and solemn feasts.'' --Milton.
2. Spiritually whole or sound; of unimpaired innocence and virtue; free from sinful affections; pure in heart; godly; pious; irreproachable; guiltless; acceptable to God.
3. Good; pure; following the rules of religion a holy life.

Terdapat kata2 kunci yang punya kesamaan arti baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia; bersih (tidak najis), keramat, dan murni. Sehingga isa ditarik benang merah bahwa secara garis besar, pemahaman ke-“suci”-an orang Inggris (mewakili pemikiran Barat) dan orang Indonesia (menjunjung adat ke-Timur-an) adalah sama.

Manusia selalu kagum dengan kekuatan yang melebihi dari kekuatannya. Batu besar, pohon beringin rindang besar, pengkolan kali, goa dalam, gunung, laut, matahari, dan terutama kekuatan yang tidak masuk dalam nalar mereka. Dengan dalih itu, secara bertahap terbentuklah satu tempat ekslusif yang diberi label “suci” di mana mereka dapat menyampaikan rasa kekaguman dengan diselipi pamrih agar kekuatan tersebut dapat merasuk sebagian dalam diri mereka.

Tempat suci biasanya menjadi tempat yang keramat sehingga hanya orang2 yang mempunyai syarat2 tertentu saja yang dapat memasukinya. Maka jika seseorang tidak dalam keadaan suci, dia harus bersuci untuk dapat melakukan ritual dalam tempat keramat tadi.

Ada satu fitrah yang melekat pada entitas tertentu yang menjadikannya tidak pernah menjadi dalam keadaan suci walau bagaimanapun dia bersuci. BABI dan ANJING adalah makhluk yang dikenal sebagai pengejawantahan najis ini. Boro2 melakukan ritual, mendekati tempat suci aja langsung dihalau pergi.

Kemaren malam waktu gw nganterin Si Kecil ke Novotel Semarang, sangat jelas gw denger dan segera paham apa yang dimaksud Sang Satpam ketika gak ngebuka portal sambil bilang, “Maaf, Pak. Motor dilarang masuk.”

3 comments:

abdee said...

hajiguurr.... motor ndak boleh masuk?
emange bawa bom?

bukan salah satpam sih, yang bikin kebijakan yang perlu dipertanyakan.

Masih mending kayak Hyatt, ada pintu masuk buat motor.

retma-haripahargio said...

Hueee... mirip kek Pasaraya di Blok M tuh Lon. Nyebelin bangetttt. Gak ada parkir buat motor. Gile ye. Dipikirnya itu tempat buat orang2 kaya doang. Huh! **dah gak pernah ke sono lagih**

matahari said...

@ abdee: emang sih, kmaren knapa gw langsung balik kanan jugak karena gw ogah ribut2 sama Satpam. wong mereka cuma jalanin tugas n perintah jugak. kesian pelanduk mati di tengah konsumen yg meradang n manajemen yg songong.

@ maknya nikki: lho, gw kalo ke pasaraya masih boleh masuk tuh? padahal naek bajaj turun di terminal blok M.

@ kecil: kok kamu yg marah sih? ;)) > ngikikikikikikik....