Wednesday, February 04, 2009

XL - Xerba Lemodz

Saya pengguna XL nomor 081708658xx yang memilih Xplor sebagai pilihan berkomunikasi via telepon seluler sejak tahun 2003. Waktu itu saya tertarik dengan jaminan kualitas dan harga yang sangat rasional. Jaringan luas dan kualitas suara yang jelas mungkin memang harus ditebus dengan harga premium. Tetapi tidak masalah bagi saya yang memang harus siap sedia 24/7 untuk dapat mengangkat telepon kapan pun tugas memanggil. Hal yang paling membuat saya yakin tidak salah memilih XL bagi saya adalah ketika Gempa Jogja Mei 2006 terjadi, XL masih tetap berfungsi dengan baik hingga membantu kelancaran pekerjaan saya.


Bulan madu saya dengan XL yang berlangsung cukup lama akhirnya hanya sampai pada penghujung tahun 2008 ketika semuanya berubah. Hal itu dimulai dengan seringnya telepon yang tidak dapat dilakukan dengan alasan “Maaf, nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi”, atau “Anda terhubung dengan kotak suara XL”. Yang tak kalah mengganggu adalah layanan SMS tertulis tidak terkirim tetapi pada kenyataannya sudah terkirim. Sehingga saya harus mengirim SMS berulang kali sampai akhirnya SMS dinyatakan terkirim. Hal ini membuat kolega saya menjadi tidak nyaman serta saya yang harus menanggung pembengkakan biaya dari ketidaktahuan tersebut.


Saya pernah mengeluh pada XL Care Center pada bulan Desember 2008. Pada saat itu Customer Care mengatakan bahwa tidak ada gangguan pada XL sehingga saya harus melakukan reset pada telepon seluler saya. Setelah saya lakukan prosedur yang disarankan, gangguan SMS menjadi berkurang. Tetapi saluran telepon masih tetap jarang tersambung. Ini adalah sesuatu yang aneh karena sinyal pada telepon saya terlihat penuh. Saya ternyata tidak sendiri, hal yang serupa juga dialami oleh beberapa rekan yang di daerah Kramat tempat tinggal saya.


Kalau memang jaringan sedang terganggu, sebaiknya secara arif mengakui dengan memasang “Maaf, Anda tidak dapat menghubungi nomor yang Anda tuju karena jaringan sedang terganggu. Coba lakukan kontak beberapa saat lagi” dalam layanan telepon. Jangan terus-terusan menyalahkan pelanggan karena telepon selulernya seolah-olah tidak bisa dihubungi, salah setting sehingga setting-nya harus diubah, atau bahkan sampai harus menginstruksikan menelepon di luar rumah karena rumahnya terlalu rapat sehingga sinyal tidak dapat masuk.


Terus terang dua bulan terakhir ini saya merasa kecewa dengan kualitas XL sehingga berpikir untuk beralih operator. Buat apa mempunyai nomor telepon tetapi tidak bisa digunakan untuk menjalin komunikasi? Seberapa banyak lagi silaturahmi menemui jalan buntu? Sebatas apa kesalahpahaman dapat ditolerir karena penyampaian komunikasi terganggu?


Geli rasanya melihat iklan yang digambar di tembok gedung paling ujung jalan Kramat Kwitang II karena apa yang saya alami jauh dari “Sinyal bagus – nyambung teruuusss…!” yang terpampang setinggi 15 meter itu. Jangan-jangan kualitas XL memang seperti kualitas bintang iklan XL yang “Gak perlu mikir”.

3 comments:

Luthvi said...

huehehehe...yakah xl begitu??? mo ganti provider juga susah kan mas, temen2mu dah terlanjur taw nomer itu....so mo bagaimana lagi. Segala sesuatu ada pasang surutnya.

tumben ada waktu buat posting lagi...tapi postingnya ga jauh2 dari ngiklan nih, hehehe....resiko bekerja di persh sapi perah ya mas...semangat...semangat...semangat...

matahari said...

huhuhu, gw tunggu bundling telkomsel sama iphone ajah kalo gini. sapa suruh servisnya jelek :P :P

i'm dreaming of an iphone....

Nina Ardianti said...

mungkin masalahnya ada di... Kramat? huehehe.. makanya, pindah kos deket benhil aja.. hahahah :D