Monday, May 11, 2009

Nusantara di Tahun 2009 (7)

Makassar / 18 – 19 Februari 2009

Bau ikan bakar harum menguar di udara. Begitu nyata kalau gw ada di daerah yang kaya akan masakan laut. Makassar! Ini kali kedua gw mengunjungi pesisir pantai Losari. Tetapi menu yang disajikan malam ini gak beda dari kali pertama gw datang ke tanah kelahiran Daeng Karaeng Bonto Mangape, Si Ayam Jantan dari Timur. Bolu bakar dengan sambal sedap terhidang di meja. Bolu adalah sebutan lokal untuk ikan Bandeng. Agak merepotkan memang bagi orang Semarang yang terbiasa dengan bandeng tulang lunak langsung santap tanpa harus memilah duri Bandeng. Maklum, ikan Bandeng terkenal dengan durinya yang banyak. Yang menantang dari santap malam ini bukanlah memilah-milih daging ikan agar tidak salah menelan duri, tetapi berhati2 agar tidak terjerumus dalam kenikmatan sesaat tergoda dengan sambal pedas yang mengobarkan nafsu makan. Mohon dapat membaca kata pedas dengan intonasi PEDUASHHH!! Mantabh!

Lain ceritanya ketika keesokan harinya bersantap di Rumah Makan Paotere di Jalan Sabutung no 46. Di restoran yang terus mengepulkan asap bakaran ikan dan menularkan hawa panas ke ruang makan, orang2 seakan tak berhenti mengalir. Sebelum serombongan orang selesai dengan hidangan mereka di meja, sudah ada serombongan orang lain yang mengantri untuk meja tersebut. Hebatnya pula, ketika ikan Bolu sempat diberitakan mempunyai kandungan racun dan tidak ada restoran lain yang buka, RM Paotere tetap buka dan otomatis mendapat limpahan berkah dari berita tersebut. “Dibakar dengan diolesi madu dulu rahasianya”, kata salah seorang pekerjanya.

Tetapi yang mungkin bikin restoran ini naik daun adalah SBY beserta istrinya pernah berkunjung untuk santap siang bersama rombongan pejabat setempat. Hal ini dibuktikan dengan foto yang dicetak besar2 dan ditempel di dinding restoran. Jadi ketika ada kesempatan ke Makassar dan bertanya di manakah tempat makan ikan Bolu yang enak, maka sang pelancong akan diantar ke RM Paotere sebagai tempat “Favorit SBY”. Word of mouth memang sangat dahsyat dalam marketing. Soal rasa? Paduan kesegaran ikan bolu, kekayaan rempah dan bumbu, serta racikan sambal yang yahud akan membuat lidah tak pernah meminta berhenti untuk mengecap. Sedap!

NB: Akhirnya selesai juga rangkaian jalan2 nusantara awal tahun ini. Karena malas menulis, jadinya baru setelah tiga bulan rangkaian tulisannya dapat ditutup. Itulah mengapa gw gak kerja sebagai jurnalis, hehehe. Ok, mari kita tunggu petualangan apa lagi yang menunggu di sisa tahun ini.

No comments: