Thursday, August 27, 2009

Senja Makassar Pertama

Jam di ponsel masih menunjukkan 17.00 tapi gw tau kalo gw harus cepet2 nyampe ke kamar buat nyimpen tas dan segala macem atribut kantor karena gw gak mau ngelewatin kesempatan langka ini. Kesempatan buat ngeliat matahari turun ke peraduannya untuk pertama kali di pesisir Losari. Dari lantai lima di Aryaduta tempat gw nginep, gw isa ngeliat lembayung senja mulai menghias langit Makassar.

Untuk beberapa alasan, sekarang sebenarnya sudah memasuki pukul 17.30 waktu Indonesia tengah. Gw memang gak punya banyak waktu. Gak pake ganti kostum, gw segera nyamber kamera pocket dan terus berlari2 kecil menuju bibir pantai. Ternyata yang gak ingin ngelewatin momen tersebut bukan cuma gw doang. Penduduk Makassar yang pasti sudah pernah ngeliat peristiwa ribuan kali ini pun masih dibuat terkesima. Keajaiban Losari memang tak bisa dilupakan.


Manusia dan Pantai Losari

Orang-orang yang ramah, penjaja makanan yang setia menanti pembeli, anak-anak kecil yang bebas berlari, bau uap asin lautan, belaian Anging Mamiri yang menempuh misteri ratusan kilometer, dibingkai oleh kesyahduan warna lembayung.

Pemandangan Laut dari Kamar

Setelah puas menikmati suasana senja, gw baru cabut ketika matahari benar2 telah tenggelam di lautan. Menyempatkan diri menyapa tukang pisang penyet yang gak bakal gw temui di tempat lain. Ini lah “pisang epek” asli kebanggaan peradaban Makassar. Pisang raja yang dipanggang di atas api untuk kemudian disiram dengan saus gula aren yang diracik sempurna dengan durian dan parutan kelapa yang legit. Tampaknya malam ini akan menjadi malam petualangan menyelami rasa “pisang epek”.

“Mau beli apa, Ki’?”


Pisang Epek Asli Makassar
originally written on Januari 19th, 2009

4 comments:

Anonymous said...

teringat wkt kami dl ke losari. subbhanallah... pantai yg tetap cantik.(wak reini)

satrioaja said...

wedew... kapan bisa sampe sana ya?

latree said...

pantainya.....
pisangnya.....

bikin mupeng semua!

matahari said...

@ wak reni : pantainya beda memang :D

@ bang sat : asal ada niat pasti terlaksana. numpang kapal perang ae, pak :D

@ mbak latree : belum liat ikan bakarnya :D