Saturday, October 31, 2009

Kramat Raya 81 Tahun Lalu

Kongres Pemuda II

“Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia,
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia,
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”

Tiga baris kalimat hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi
Indonesia (Kongres Pemuda II) menggema di Kramat Raya 81 tahun yang lalu. Pada penghujung acara, Pemuda Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu tanpa diiringi syair dengan biolanya yang kelak kemudian hari lagu ini akan dikenal sebagai lagu kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga semangat yang dipancarkan dari 81 tahun lampau masih dapat merasuk kepada para pemuda saat ini. Di tengah segala kemudahan dan fasilitas yang memabukkan dan membelenggu kemauan keras untuk maju.

Fun Fact:
1. Tempat dibacakannya Sumpah Pemuda adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong di Jalan Kramat Raya 106,
2. Diprakarsai oleh
AR Baswedan, pemuda keturunan Arab di Indonesia pada tanggal 4-5 Oktober 1934 mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab,
3. Selama 2 tahun 2 bulan ngekos di Kwitang, gw belom pernah sekalipun masuk ke Museum Sumpah Pemuda.


Sumber : disarikan dan foto diambil dari Wikipedia.

Share on Facebook

No comments: