Sunday, November 01, 2009

P atau V?

Nopember???
Selamat ganti bulan.

Tetapi ada yang sedikit mengusik. Liat di pojok kanan monitor kok ada yang ngganjel ya? setelah di-cek, ternyata nih OS bilang kalau hari ini adalah tanggal 1 Nopember 2009. Nopember, dengan “P”.

Hari gini masih banyak yang nulis November dengan Nopember atau
Februari dengan Pebruari di berbagai literatur, surat-menyurat birokrat, karya ilmiah,dan tulisan resmi lainnya. Kalau memang cinta Indonesia, harusnya malu buat pake bahasa yang masih “pating njekithut”. Padahal baru beberapa hari dari hari Sumpah Pemuda yang mengakui Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Menurut
Pusat Bahasa Diknas, November (No·vem·ber /NovĂ©mber/ n) adalah nama bulan ke-11 dl tahun Masehi (30 hari). Jadi yang diakui oleh Pusat Bahasa dan dibakukan adalah “November” dengan “V”.

Blog ini memang gak ditulis dengan gaya bahasa baku karena merupakan terjemahan luwes dari kepala agar gak kaku kek karya ilmiah. Tetapi sebisa mungkin, (paling tidak) hal-hal baku seperti nama bulan, pemakaian titik–koma, ataupun pemakaian awalan–akhiran akan mengikuti gaya penulisan baku yang ditetapkan.

Jadi, bebas itu bertanggung jawab, Kawan. Bebaslah berkreasi, tetapi pegang dulu pokok intinya.

Ngomong2, tadi malem gw Halloween-an dengan menikmati sajian Google Doodle menyambut Halloween 2009. Lucu banget idenya. Tampilan awal adalah G-O-O-G-L yang putih transparan dan kehantu-hantuan serta huruf E yang diganti permen Jack-o-Lantern.

Click or Treat 1

Kalau di klik kedua, tampilan berubah dengan susunan permen menggantikan huruf2 Google.

Click or Treat 2

Klik ketiga, lebih banyak permen (Bapaknya si Willy Wonka bakal ngamuk2).


Click or Treat 3

Klik keempat akan memperlihatkan sisa bungkus permen yang udah dibuka. Wondering sampah2 ini mau di-recycle ke mana ya? Hehehe….


Click or Treat 4

2 comments:

wak reini said...

Jadi ingat teman wak dahulu, kebetulan dia orang Sunda. Nah dia selalu nyebut TV dgn TIPI dll . Huruf V disebutnya P dan sebaliknya huruf P disebutnya V. Kami semua sampai capek mengkoreksi, tapi dia selalu mengelak sambil berkata : Sudah dari sononya. Nah, kita mau bilang apa dgn orang2 seperti ini mas? Hehehe....

matahari said...

ya kita terima mereka sesuai dengan fitrahnya, wak :D