Saturday, December 05, 2009

Good Morning Sunshine, the Earth Says “Hello!”

Bangun pagi-pagi karena ada telpon dari Bapak – Ibu yang nanyain kenapa semingguan ini gw gak telpon ke rumah. Sudahkah seminggu? Aduh, sepertinya memang sudah seminggu sejak terakhir gw telpon rumah. Lebih tepat kalau kala itu adalah sebelum gw mau take off dari Semarang. Ternyata sehabis itu gw gak pernah telpon kalau udah landing sampe sekarang ya, Mah? Huhuhu, iya deh, Mamahku yang paling cantik seduniaaaaa. Lain kali anakmu yang “mbeling” ini akan lebih rajin nelpon ke rumah (brapa kali udah janji kek gini ya? :P).

Koneksi telepon diputus. Kesepian itu kembali menggenangi hati.

Heeeh, lupakanlah masalah rutinitas sejenak. Hari ini gw dan Si Kecil mau jalan ke Ambasador. Mau liat barang2 yang sekiranya isa diangkut. Si Kecil kepengin tas warna hitam agar gampang matching sama koleksi wardrobe-nya dan gw kepengin CD dorama Jepang atau anime (udah kekurangan stok) plus barang2 elektronik yang tampak menggiurkan. Yang ada di kepala sih mau beli external hardisk yang 300 GB :P huahahaha, buat bakal nyimpen apaan ya? Padahal di kos udah ada yang 250 GB. Kalau dituruti, kemauan orang itu emang ga ada habisnya.

Tadi malam memang malam yang melelahkan buat gw dan Si Kecil. Gak cuma emang lelah menumpuk selama satu minggu, tetapi mungkin juga ditambah dengan kekhawatiran2 tentang masa yang akan datang. Malam yang kami lewatkan di beranda depan kosannya mengingatkan kembali tentang point of no return dan deadline yang telah kami tentukan setelah sepakat untuk melangkah lebih jauh. Yang mungkin akan menjadi ujian terakhir untuk memenuhi target tersebut adalah jarak sejauh 18° Bujur Timur yang memisahkan kami. Janji kami pun setidaknya harus melewati dua zona waktu Indonesia hanya untuk bertemu. Gw harus menegakkan layar melawan tiupan Angin Barat yang mengembusku sampai ke ujung tenggara Nusantara ini hanya untuk merasakan hangat dekap kasihnya.

Purnama ketujuh dan angka 101010 mendadak menjadi sangat penting untuk kami. Saat-saat seperti inilah jabat erat dan doa para sahabat merupakan hal yang kami perlukan.

Untuk Pelangi Kecil yang menanti Matahari Timur, sebuah lagu didendangkan untuk menemanimu. Lagu yang sama yang dinyanyikan seseorang di pantai pulau tenggara beratap langit gemintang. Semoga cinta kita dapat bersanding untuk menikmati sepotong sinar mentari dan secangkir teh di beranda sebuah gubuk yang kita sebut rumah.

Empty-armed and half a soul to go

And all I wanted was you here next to me
A little sunshine and sympathy

Now everybody knows
That I've been hanging down so low
'Cause now I'm feeling up
Soon I'll be feeling out so cold
Wondering, will you call
And now I'm feeling high
Soon I'll be feeling left for dead
Sometimes someone saying yes
Changes what you'll bet

And all I wanted was just to hold you close
A little sunshine just to butter my toast
And your love next to mine

I had to let you know
That we were meant to be just right
Heaven sent, not sympathized
By everybody's lie
And now I'm feeling high
Now I'm feeling left so dead
Kicking up the dust in bed
Wondering, I guess

Sunshine, sunshine, sunshine
And some tea

And your love, your love
Your love next to mine

I had to let you know
I had to let you go so I
Could see my lie fade from your eyes
And to my surprise

That's what I wanted, it's all I wanted
It's what I wanted, me and you

Sunshine, sunshine, sunshine
And some tea

That's all I wanted, it's all I wanted
That's all I wanted, it's all I wanted


Lirik "El Sol" oleh Zwan,
Diambil dari
www.azlyrics.com.

Share

5 comments:

wak reini said...

insyaallah semuanya berjalan dg lancar buat kalian, amin. Jadi ingat pernikahan uwak dulu 6.6.1976. Maharnya uang tunai seb.Enamribu enamratus tujuh puluh enam rupiah.

equaparadis said...

nice blog you have here. visit mine, OK?

http://equaparadisblog.blogspot.com/

putri mimpi said...

lho, loni mo nikah 10-10-10 juga? ih kita samaan lho, aku juga berencana mo nikah di tgl itu,, :)
trus trus, sama kayak kamu, sebenernya aku juga terancam LDR (sekarang jg dah LDR sih), tapi kami udah berkomitmen: daripada LDR, mendingan aku jadi ibu rumah tangga aja. abiiis, gak enak banget lho jauh2an, sekarang yg masih pacaran aja dah terasa berat, apalagi nanti kalo dah rumahtangga.duh,,
yuk saling mendoakan, semoga semua berjalan lancar. ok ok?
semangat!!

anza said...

so sweeettt... undang gw!.. sok semoga bisa kesampean.

matahari said...

@ nuril : wahahaha, semoga rencana yg bail menjadi awal yg baik. semoga sukses, nuril!!

@ anza : inget lo janji ama gw buat undangan elektronik yes??