Sunday, January 10, 2010

Apa yang Mereka Rayakan?

Sampai sekarang saya tidak tahu apa yang orang-orang rayakan ketika pergantian tahun terjadi. Menurut saya, meniup terompet dan membakar kembang api atau petasan di tengah malam buta adalah tindakan yang sama sekali tidak bermanfaat. Terjadinya kerusuhan hanya karena bersenggolan sesama penonton hiburan dangdut setelah menenggak sedikit alkohol adalah sesuatu yang absurd.

Sebagai gambaran, suatu kabupaten menyiapkan 4.000 buah kembang api untuk “memeriahkan” pergantian tahun. Jika sebuah kembang api dibeli dengan harga Rp. 45.000,00, maka dana sebesar Rp. 180.000.000,00 (belum termasuk teknisi dan tukang pasang kembang api) habis dibakar hanya dalam waktu setengah jam.

Artinya seorang penjual telur ayam kampung yang mendapatkan untung sebesar 500 perak per butir harus menjual setidaknya 360.000 butir telur untuk mendapatkan “dana kemeriahan tahun baru” tersebut. Jika dia hanya mampu menjual 100 butir tiap harinya, maka dia harus bekerja 3.600 hari untuk mengumpulkan uang sebesar itu. Bagian yang absurd bagi saya adalah bagaimana mungkin seseorang menghabiskan hasil dari 10 tahun kerja dalam setengah jam? Bagian mana yang harus dirayakan?

Rp. 180.000.000,00 adalah 18.000 kg bubur kacang hijau jika per kg-nya seharga Rp. 10.000,00. Jumlah tersebut merupakan 360.000 mangkuk bubur kacang hijau jika tiap 300 gr-nya dapat disajikan untuk 6 orang. Artinya, 1.000 bayi bisa mendapat tambahan gizi setiap harinya sepanjang tahun. Ironisnya, pilihannya tidak jatuh kepada kesempatan generasi bangsa ini untuk mendapat kesempatan yang lebih baik.


Share

4 comments:

didut said...

Benar juga sih, tapi ada pedagang-pedagang yang bisa meraih keuntungan di malam itu. Pertanyaan selanjutnya, kenapa tdk dikasih saja uang yang besar perayaan itu buat para pedagang. Tapi apa iya kalau tidak ada perayaan jumlah uang tersebut bisa sampai ke pedagang?

*mumet* (rofl)

lawni said...

hahaha, iya juga sih, mas. tapi pas dugderan yg gak pake bakar2 duid, pedagang kan juga bisa ikutan mrema, kan?

putri mimpi said...

iya, i'm asking the same question.
menurut saya mendingan duit2 tadi dikasih untuk keperluan yg lebih jelas (misalnya bantuan pendidikan utk anak2 yg gak mampu). dan pedagang juga akan dapat untung dari situ: anak2nya dapet bantuan pendidikan (pedagang itu termasuk orang gak mampu kan?), trus bantuan tadi membuat jumlah anak yg mampu sekolah jadi bertambah dan itu berarti jumlah anak yg jajan di sekolah juga bertambah --> berarti keuntungan buat pedagang juga kan? :)
yah intinya sih, masih banyak jalan menuju kesejahteraan pedagang & semangat menyambut tahun baru, gak perlu dengan perayaan geje berbiaya besar gitu.
meaningless.
lagian petasan & kembang api itu termasuk bahan berbahaya kan? udah banyak korbannya juga..
itu pendapat pribadi aku aja sih..

mOmOn said...

Mendingan ngerayain ultahmu aja mas law... makan2 gitu ngasie orang yang butuh makan.. hehehe :D :D

Q sih biasa'na tidur aja di rumah.. xixixixi