Tuesday, January 19, 2010

Tempe Itu

Di tempat penugasan saya yang baru ini, saya diberi fasilitas berupa mobil dinas lengkap dengan sopirnya, Pak Yo (bukan nama sebenarnya :D). Pak Yo ini adalah orang Pulau Lembata yang sudah merantau sampai ke Malaysia tetapi akhirnya memilih untuk bekerja di Kupang. Berdasarkan resumenya tersebut, saya kira dia sudah punya banyak sekali pengalaman. Tetapi pengalaman sore ini membuat saya mengevaluasi penilaian saya tersebut.

Sore hari setelah bubaran kantor, saya dan seorang teman kantor sepakat untuk pergi ke Pasar Oebobo. Salah satu pasar tradisional yang sering kami kunjungi karena di pasar tersebut ada penjual yang sudah menganggap kami langganan. Sehingga sering kali dia memberikan bonus tak terduga pada belanjaan kami.

Sore itu saya memutuskan untuk membeli tepung terigu, telur, cabe, dan tempe. Karena saya berencana untuk membuat tempe mendoan Banyumasan. Kangen kampung halaman memang sangat susah diobati dan memasak makanan tradisional adalah salah satu cara terbaik untuk meringankan deritanya.

“Mama, berapa harga tempenya?” saya mengambil tempe berbentuk kotak sebesar lengan yang terbungkus daun pisang.

“Lima ribu sa.” ‘Sa’ adalah dialek lokal yang merupakan bentuk pendek dari kata ‘saja’.

“Ok, saya ambil yang ini sa.” Sebelum tempe saya letakkan di dekat Ibu Penjual, Pak Yo tiba-tiba ikutan memegang tempe.

“Pak Boss, mending ngambil tempe yang lain.”

“Lho, kenapa?”

Pak Yo membuka sedikit ujung bungkusan daun pisang. “Ini nih, tempenya sudah jelek. Sudah berjamur.”

Dari ujung bungkusan daun pisang yang terbuka, terlihatlah jamur telah menyelimuti bulir-bulir kedelai. Warnanya putih dengan beberapa bercak yang berwarna abu-abu, warna sempurna untuk Rhizopus oryzae yang sudah siap untuk dikonsumsi.

“Umm, Pak Yo udah pernah lihat tempe, kan?”


Share

5 comments:

tuteh said...

Huehehehe... :D
Lucu... Pak Yo diajak ke pabrik tempe sekalian waakakaka...

Btw salam kenal :) tau dari kk Retma (Niki's mom) :P

d' Luthvia said...

whooohahahaha......emang tempe yang ga berjamur ada yah :D


bikin mendoan po tempe goreng tepung neeh :D

didut said...

kekeke~ kocak juga

lawni said...

@ tuteh : salam kenal juga
@ de lulut : hueahueua, mendhoan dong :D
@ didut : hehehe, lumayan menghibur nih :D

Nanik said...

hahahhahaha..si bapak belum pernah liat tempe mentah kali ya? taunya mateng dowang.... please deeehh...btw, bagi mendoannya dong lon :))