Friday, November 26, 2010

berhenti berharap

aku tak percaya lagi
dengan apa yang kau beri
aku terdampar di sini
tersudut menunggu mati

aku tak percaya lagi
akan guna matahari
dengan mampu menerangi
sudut gelap hati ini

aku berhenti berharap
dan menunggu datang gelap
sampai nanti suatu saat
tak ada cinta kudapat

kenapa ada derita
bila bahagia tercipta
kenapa ada sang hitam
bila putih menyenangkan...

aku pulang...
tanpa dendam
kuterima.. kekalahanku

aku pulang...
tanpa dendam
kusalutkan.. kemenanganmu

kau ajarkan aku bahagia
kau ajarkan aku derita
kau tunjukkan aku bahagia
kau tunjukkan aku derita
kau berikan aku bahagia
kau berikan aku derita

melalui Matahari Kuta Square dan Radio RCTFM, Engkau kembali melontarkan humor. Engkau sungguh humoris, terima kasih atas hiburan yg Engkau selipkan di hidupku.

Berhenti Berharap dipopulerkan oleh Sheila on 7
Lirik : www.lyricsbox.com

Share

Wednesday, November 17, 2010

Idul Adha Tahun Ini

Siang itu walopun didera panas terik matahari musim panas Pulau Timor, di teras belakang rumah, saya, Sachou-kun, dan James sedang eforia dalam prosesi mengolah daging yg saya beli dari pasar. Saya pikir, mungkin sebaiknya daging kurban disalurkan ke orang yg lebih berhak. Begitulah acara menjadi tukang sate dadakan pun digelar. Cemilan pelengkap pun digelar.

Lawni : hmmmm, musim panas, suara garingpung, semangka dingin, barbeque, kau pikir ada yg kurang lagi, Sachou-kun?
Sachou-kun : Girls!!
Lawni : I was thinking about beer, Sachou-kun.
Sachou-kun : Lha, beer n girls kan sama2 bisa bikin kecanduan?
Lawni : Well anyway, because beer is prohibited in this house, you can enjoy the coke stocked since Eid al Fitr. Okay?

Dan para tukang sate dadakan itupun melewatkan jam makan siang krn sate yg dibakar blom dapat dihidangkan. Mungkin ini saatnya menekan tombol 14022.


Share

Tuesday, November 09, 2010

Kuceritakan Satu Rahasia

Aku belum pernah merasakan takjub akan jalan tikus ini. Jalan yg selama aku lalui mondar-mandir di Kota Karang ini. Pemandangan kota tampak menjadi sangat berbeda jika dilewati dengan berjalan kaki. Saat ini aku membuat suara gemerasak berjalan di atas bangkai daun kering, yg rontok tak kuasa menahan embusan angin. Di atas sana, Pohon Kapuk Randu berjabat erat dengan Pohon Flamboyan membuat jejaring raksasa, memayungi pejalan kaki dari terpaan matahari. Sedikit cahaya yg berjaya meloloskan diri membuat bingkai larik-larik cahaya. Dendang garingpung melengkapi pengalaman ajaibku.

Sepertinya aku telah menemukan musim panas yg hilang itu.


Share

Friday, November 05, 2010

Flamboyan di Atas Karang

Kupejamkan mata saat kuhirup udara dalam-dalam. Bau manis Bunga Flamboyan samar memenuhi rongga paru-paruku. Hangat kulit muka terpapar mentari pagi menambah kekuatan untuk melalui hari ini.

Cukup sudah romantisme dunia yang aku ciptakan. Saat ku buka mata kepada dunia, warna merah jingga bergerombol di dahan-dahan kering mengombak mengoyak birunya langit.

Tidak ada permen kapas menggantung di atas cakrawala Flobamora pagi ini. Hujan telah berlalu, badai telah usai. Menyisakan bunga-bunga Flamboyan yang mekar lebih cepat. Bertahan di antara ganasnya karang dan kerasnya musim kering sepanjang tahun untuk mekar kala musim penghujan tiba.

Sehelai kelopak Flamboyan gugur dari singgasananya. Melayang malas dipermainkan angin samudera dan akhirnya jatuh di pangkuanku. Betapa perjalanan panjang yang telah ia lewati membisikkan pesan untukku bahwa sampai saatnya tiba waktuku untuk mekar, aku akan tetap bertahan.


Share