Friday, November 05, 2010

Flamboyan di Atas Karang

Kupejamkan mata saat kuhirup udara dalam-dalam. Bau manis Bunga Flamboyan samar memenuhi rongga paru-paruku. Hangat kulit muka terpapar mentari pagi menambah kekuatan untuk melalui hari ini.

Cukup sudah romantisme dunia yang aku ciptakan. Saat ku buka mata kepada dunia, warna merah jingga bergerombol di dahan-dahan kering mengombak mengoyak birunya langit.

Tidak ada permen kapas menggantung di atas cakrawala Flobamora pagi ini. Hujan telah berlalu, badai telah usai. Menyisakan bunga-bunga Flamboyan yang mekar lebih cepat. Bertahan di antara ganasnya karang dan kerasnya musim kering sepanjang tahun untuk mekar kala musim penghujan tiba.

Sehelai kelopak Flamboyan gugur dari singgasananya. Melayang malas dipermainkan angin samudera dan akhirnya jatuh di pangkuanku. Betapa perjalanan panjang yang telah ia lewati membisikkan pesan untukku bahwa sampai saatnya tiba waktuku untuk mekar, aku akan tetap bertahan.


Share

No comments: