Wednesday, October 12, 2011

tarik nafas

Tepat jam 8 pagi waktu Jakarta Pusat. Seorang anak magang datang ke meja saya.

Anak Magang : Mas, saya udah dapet koordinatnya, tapi itu dalam X-Y yah? Bisa gak aku dapet yg Long-Lat?
Saya : Lho, kan udah dapet koordinat yg X-Y?
Anak Magang : Iya, tapi waktu aku convert hasilnya ada di Samudera Atlantik gitu.
Saya : Nih, kalo mau tau, coba buka Google. Ketik convert X-Y ke Long-Lat.

#pagi-pagi udah sensi, keknya terbangun di sisi tempat tidur yg salah
#tempat tidurnya siapa?

tarik nafas....

Saya mungkin tidak tahu di mana letak masalah si Anak Magang untuk convert data itu. Tetapi pada saat dia bertanya, yg saya lihat adalah betapa mudahnya dia menyerah.

Mungkin saya akan lebih menghargai jika dia memulai dengan : "Mas, saya sudah dapat koordinat X-Y. Tetapi saya mungkin kurang mengerti bagaimana cara convert ke Long-Lat. Bisakah memberi tahu bagaimana cara convert yg benar?"

Memang berbagi tak pernah rugi, tetapi niat awal menentukan apakah kita bisa berbagi secara tulus atau dengan ganjalan.


Share

4 comments:

okky said...

Saya suka dengan kalimat terakhirnya. :D

matahari said...

:)

yeah, saya bukan manusia suci

latree said...

aku sering banget begitu.
tapi seperti kata bunda teresa: terserah apa niatmu dan darimana asalnya bantuanmu, yang penting kamu ngasih kepada yang membutuhkan :D

dek lut said...

langkah awal emang menentukan ya...

ok, satu pelajaran baru buat memulai pembicaraan (atau meminta sesuatu) hehehehe.....